Melawi  

Pramuka Melawi Ikuti Young Peace Builder Programme

Camat Tanah Pinoh, Budiman membuka Young Peace Builder Programme

MELAWINEWS.COM, Melawi – Gerakan Pramuka Krartir Cabang Melawi bersama Fasilitator Dialogeu for Peace (DfP) Kalimantan Barat, baru-baru ini meluncurkan inisiatif penting bertajuk “Young Peace Builder Programme” (Program Pemuda Pembangun Perdamaian). Program ini dirancang khusus untuk membekali para Pramuka Penggalang dan Penegak dengan keterampilan esensial dalam membangun perdamaian, mempromosikan toleransi, dan mengelola konflik secara positif di tengah masyarakat.

Kegiatan Young Peace Builder Programme dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Oktober 2025, bertempat di SMP Negeri 2 Tanah Pinoh, Kwarcab Melawi. Acara dibuka secara resmi oleh Camat Tanah Pinoh, Budiman selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kwarran Tanah Pinoh, mewakili Ketua Kwarcab yang berhalangan hadir.

Hadir dalam kegiatan ini Narasumber dari Kwartir Daerah (Kwarda) Kalbar, Akhmad, Harmoko, Lutfy Faurusal Hasan, dan Lia Marlintan yang juga merupakan Fasilitator DfP.

Dalam sambutannya, Camat Tanah Pinoh, Budiman menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai pembawa pesan perdamaian (messenger of peace).

“Program ini adalah wujud nyata Dasa Darma poin keempat: Patuh dan Suka Bermusyawarah, yang menegaskan Pramuka sebagai pembawa pesan perdamaian. Kami berharap para Pramuka di Tanah Pinoh menjadi pionir dalam menciptakan dialog yang harmonis, karena perdamaian di tingkat nasional dimulai dari kerukunan di tingkat ranting,” ujarnya.

Young Peace Builder Programme menghadirkan serangkaian modul intensif yang difasilitasi langsung oleh Fasilitator DfP Kalimantan Barat, Lia Marlintan, bersama dengan Kak Akhmad dan Kak Harmoko. Materi yang disampaikan meliputi prinsip-prinsip Dialogue for Peace dan modul-modul lain yang paling menonjol. Diantaranya, pemetaan konflik komunitas, Media Literasi Damai, Kecerdasan Budaya.

Selain materi intensif, puncak kegiatan ini ditandai dengan Dialog Harmoni Antar Tokoh dan Pemuka Agama di Tanah Pinoh (Kota Baru). Acara ini menghadirkan perwakilan dari berbagai agama diantaranya Apiau, dan Pdt. Lasarus (Kristen), Romo Suwito Mantiri, Pr. (Katolik), serta H. Shalahuddin (Islam). Mereka secara bergantian menyampaikan pesan-pesan utama mengenai toleransi, harmoni dalam keberagaman, dan pentingnya dialog sebagai jembatan persatuan bagi para peserta Pramuka.

Selama program berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melakukan aksi nyata. Salah satu kegiatan yang berkesan adalah kunjungan ke berbagai tempat ibadah yang ada di Kota Baru Melawi, yang bertujuan menumbuhkan pemahaman langsung tentang toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Peserta dan Fasilitator Young Peace Builder Programme di SMP 2 Tanah Pinoh

Total 50 Pramuka Penggalang dan Penegak dari Kwarran Tanah Pinoh terlibat aktif dalam program satu hari penuh ini. Salah satu peserta, Rahmad Rizki Fahsa, mengungkapkan antusiasmenya.

“Saya belajar bahwa perdamaian dimulai dari diri sendiri. Kami tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga didorong untuk menjadi agen perubahan nyata di lingkungan sekolah dan tempat tinggal kami. Kami dibekali cara berdialog, saling menghargai antar umat beragama. Program ini luar biasa!” kata Rizki.

Setelah menyelesaikan pelatihan intensif, para Young Peace Builder diharapkan dapat mengimplementasikan proyek-proyek perdamaian di daerahnya masing-masing. Proyek-proyek ini akan dipantau dan didukung oleh Kwarda Kalbar sebagai bagian dari upaya keberlanjutan.

Program Young Peace Builder ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Temasek Foundation, World Scouting, dan inisiatif global Scout for SDGs.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut (Follow-Up) dari program nasional Training of Trainers (ToT) Dialogue for Peace (DfP) yang diselenggarakan pada bulan Maret 2025. Pelaksanaan Young Peace Builder Programme merupakan respons aktif Gerakan Pramuka terhadap tantangan keragaman dan kebutuhan akan generasi muda yang proaktif dalam menjaga kerukunan sosial. Program ini berfokus pada peningkatan kesadaran dengan memahami akar permasalahan konflik dan pentingnya toleransi antarbudaya dan agama. Pengembangan Keterampilan dengan melatih teknik mediasi, negosiasi, dan komunikasi non-kekerasan. Kemudian menyusun aksi nyata dengan mendorong peserta untuk merancang dan melaksanakan proyek-proyek perdamaian di komunitas masing-masing.

Exit mobile version