MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Kabupaten Melawi yang kaya akan sejarah dan budaya Melayu, kini memiliki ikon arsitektur rumah adat Melayu yang sangat khas, menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Rumah adat Melayu yang dibangun Pemkab Melawi ini dirancang bukan sekadar tempat pertemuan, melainkan cerminan dari nilai-nilai, kepercayaan, dan kearifan lokal masyarakat Melawi.
Sesuai dengan jadwal peresmian bangunan strategis yang terletak berdampingan dengan Kantor Bupati Melawi ini, akan diresmikan langsung oleh Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, pada Jumat (14/2/2025) pagi mendatang.
Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Melawi, Ritaudin, mengatakan terkait di agenda jelang peresmian nanti, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan matang hingga penataan halaman.
“Kita memastikan bahwa segala persiapan teknis dan non-teknis telah disiapkan dengan baik. Gedung Rumah Adat Melawi ini akan menjadi salah satu ikon daerah dan pusat kegiatan kebudayaan Melayu,” ujar Ritaudin, Senin (10/2/2025).
Ritaudin, yang juga menjabat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat ini mengungkapkan terimakasih kepada Pemkab Melawi, lantaran MABM kini sudah memiliki gedung rumah adat Melayu, dibangun masa pemerintahan Bupati H.Dadi Sunarya Usfa Yursa dan Wakil Bupati Kluisen.
Politisi PAN itu menjelaskan, operasional rumah adat ini nantinya bukan hanya digunakan etnis Melayu saja, namun juga bisa diperuntukkan bagi masyarakat bersifat umum, sesuai dengan program kerja kesekretariatan.
“Nantinya, selain dijadikan balai pertemuan dan sekretariat, gedung itu juga terbuka bagi masyarakat umum untuk menggelar berbagai kegiatan seperti acara adat, resepsi pernikahan dan berbagai kegiatan lain,” tutur Ritaudin.
Dia kembali menjelaskan, gedung rumah adat ini nantinya akan dikelola langsung oleh MABM Melawi, namun pengelolaannya secara resmi oleh MABM masih menunggu penyerahan gedung dari Pemkab Melawi ke MABM.
Masih kata Ritaudin, kehadiran Gedung Rumah Adat Melayu ini dapat menjadi ikon baru di Kabupaten Melawi yang tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, juga akan menjadi magnet baru bagi kemajuan Melawi ke depan.
“Kita berharap, dengan adanya gedung baru ini, kegiatan kebudayaan Melayu khususnya di Melawi akan semakin berkembang dan dikenal luas,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Setia Graha, mengatakan pekerjaan gedung rumah adat Melayu ini bersamaan dengan pembangunan Rumah Adat Dayak yang juga berdiri di komplek Kantor Bupati Melawi bersumber dari APBD Melawi dilaksanakan 3 tahap.
“Tahap pertama dikerjakan pada tahun 2022 dengan alokasi anggaran masing-masing rumah adat sebesar Rp 1 miliar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Melawi,” kata Setia Graha.
Kemudian, lanjut Setia, pekerjaan fisik dengan anggaran yang sama kembali berlanjut pada 2023, sebesar Rp 2,7 miliar melalui Disdikbud Melawi.
“Lalu, pada tahun 2024 Pemkab Melawi melalui Disdikbud juga kembali mengalokasikan anggaran yang sama pada dua gedung tersebut masing-masing sebesar Rp 3,7 miliar untuk finishing. Meliputi pekerjaan ornamen, atap dan sejumlah jenis pekerjaan lainnya.
Setia mengatakan, selain fokus pada finishing gedung pada pekerjaan di 2024, masih ada sisa pekerjaan yang tidak masuk dalam alokasi anggaran tahun 2024 yakni penataan halaman.
