Melawi  

Buka Rakor TPPS, Sekda Paulus: Penurunan Stunting Memerlukan Komitmen, Koordinasi dan Kolaborasi

Sekda Paulus buka rakor TPPS Melawi 2024

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Permasalahan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah saat ini, dan menjadi program prioritas nasional untuk segera ditindaklanjuti dan dilakukan percepatan penyelesaiannya.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Melawi, Paulus, saat membuka kegiatan rapat koordinasi (rakor) tim percepatan penurunan (TPPS) stunting Melawi 2024, di Pendopo Bupati Melawi, Senin (7/10/2024).

Sekda Paulus menyampaikan, berdasarkan data terakhir SSGI/SKI 2023, angka stunting di Melawi masih berada pada angka 35,30%, walaupun mengalami penurunan sebesar 8,8% dari 2022, namun angka ini masih terpaut jauh dari target nasional yaitu sebesar 14% sehingga masih dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam mempercepat penurunan angka stunting ini.

“Langkah-langkah intervensi penurunan stunting masih harus terus kita galakkan bersama. Percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari kita semua. Kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa/kelurahan untuk menurunkan stunting,” ujar Paulus.

Untuk itu, rakor ini, lanjut Paulus, digelar dengan tujuan dapat meningkatkan komitmen dan koordinasi antara TPPS mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa dalam akselerasi penurunan stunting serta menyinkronkan program antara bidang dan lintas sektoral.

Paulus mengungkapkan, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen, koordinasi dan kolaborasi dibarengi dengan usaha inovatif sehingga tidak monoton.

“Untuk itu diharapkan TPPS mulai dari kabupaten sampai ketingkat desa harus bertanggung jawab dalam penanganan stunting kedepan. Menyiapkan data yang akurat sesuai kondisi nyata di lapangan” harapnya.

Para camat dan kepala desa, Paulus meminta dapat menyinkronkan data OPD dengan kondisi di lapangan, sehingga dalam APBDes penurunan stunting dapat menjadi skala prioritas dan di danai oleh desa.

“Besar harapan saya kita semua dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pencapaian target kinerja percepatan penurunan stunting dan merumuskan tindak lanjut perbaikan agar target kinerja dapat segera tercapai.

Dikatakan, agar intervensi dan sumber daya yang diperlukan dapat menjangkau hingga kelompok sasaran, yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

“Saya berharap agar kegiatan reviu laporan TPPS semester 1 dan praktik baik desa dalam percepatan penurunan stunting ini dapat di manfaatkan dengan sebenar-benarnya, sebagai bahan evaluasi dan momentum untuk meningkatkan sinergitas dalam mendukung dan mensukseskan intervensi penurunan stunting di Melawi,” pungkasnya.

Exit mobile version