Penyuluh Agama Jangan Mudah Sesatkan Orang Lain

oleh -122 views
Foto bersama usai kegiatan pembinaan penyuluh agama islam

MELAWINEWS.COM- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam dengan tema “Pengarusutamaan Moderasi Agama dan Wawasan Kebangsaan” di aula kemenag Melawi pada Kamis (19/8).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah kementrian Agama Kalbar Drs. H Sahrul Yadi, M,Si, diikuti para penyuluh dari 11 kecamatan di Kabupaten Melawi, baik penyuluh agama PNS maupun penyuluh agama Non PNS.Hadir pula dalam kesempatan itu kemenag Melawi H. Abdulbar. S. Ag. M. Pd

Dalam kesempatan itu, Kakanwil berharap para penyuluh agama dapat berperan aktif dalam pembinaan di masyarakat, bukan hanya menyampaikan masalah agama namun terkaitb dengan moderasi agama.

“Penyuluh tidak boleh ke kiri atau ke kanan, penyuluh itu harus berada di tengah-tengah, sebab penyuluh ini merupakan ujung tombak pemerintah, karena memang yang meng SK-kan langsung dari kementrian agama,” katanya.

Sementara itu kepala Bidang, Penais Kementrian Agama Kalbar, Kaharudin, S.Ag mengemukakan, pembangunan bidang agama merupakan bagian integral pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan, Indonesia yang damai, adil demokratis dan sejahtera.

“Pembangunan bidang agama adalah upaya untuk memenuhi salah satu hak dasarrakyat yang dijamin oelh konstitusi,” terangnya.

Dia mengatakan, penyuluh agama harus memahami moderasi agama, apalagi mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kata dia penyuluh agama tidak boleh sembarangan mengemukan pendapat yang bertentangan.

“Jangan mudah menyesatkan orang yang beda pandangan dengan kita, mengklaim bahwa kelompoknya yang benar dan berhak masuk surga sementara yang lain, kafir dan masuk neraka,” katanya.
Menurutnya, penyuluh agama juga harus melek terhadap informasi yang berterabaran di sosial media, apakah itu facebook, what App, ataupun median sosial lainnya. Jangan sampai penyuluh justru ikut-ikutan menyebarkan hoax yang kita sendiri tidak membacanya.