Sejumlah Anggota Dewan Melawi Tegang dan Tolak Divaksin Covid-19

oleh -34 views
Anggota dewan dan pegawai sebelum divaksin menyerahkan data pribadi dan mengikuti skrining kesehatan

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melawi dan pasangan menerima suntik vaksin Covid-19 tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di kompleks gedung DPRD setempat, Selasa (9/3).

Dari pantauan media ini, sebelum divaksin, calon penerima diwajibkan menyertakan data pribadi, kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan serta observasi.

Pantauan dilapangan, beberapa anggota dewan dan pasangannya ada yang sangat santai. Tapi ada juga yang tegang saat akan divaksin. Selain itu menurut informasi yang dihimpun sejumlah anggota dewan menolak untuk divaksin dengan berbagai alasan, diantaranya sebagian dari mereka sedang mengalami penyakit penyerta.

Lain halnya dengan Aisa Amini, anggota dewan dari PPP ini mengaku saat di suntik tidak merasa gejala apa-apa, sehingga dirinya semakin percaya diri pasca divaksin.

Aisa berharap, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebut khususnya di Kabupaten Melawi berjalan lancar dan penyebaran Covid-19 bisa berkurang.

Sekretaris DPRD Melawi, M. Syaiful Khair menyatakan hari ini vaksinasi dilakukan terhadap sejumlah anggota dewan beserta pasangan turut menjadi penerima jatah gratis dari pemerintah.

Diketahui, jumlah anggota DPRD Melawi sebanyak 30 orang. Sebelumnya pada tahap pertama vaksin Covid-19 di Melawi, Ketua DPRD Melawi Widya Hastuti sudah menerima suntik vaksin tersebut di Kantor Bupati Melawi pada bulan Februari 2021 lalu.

Menurut syaiful, selain anggota dewan dan pasangannya yang divaksin hari ini, juga sejumlah pejabat struktural dan staf di lingkup Sekretariat DPRD Melawi menerima vaksin gratis tersebut.

Dikesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, dr Ahmad Jawahir, menerangkan setelah selesai vaksin pada tahap pertama, seluruh anggota DPRD hingga pejabat struktural dan staf kembali disuntik.

Selain itu juga diberikan suntik vaksin kepada Satgas Covid-19, Polri, TNI, ASN, tenaga guru tingkat SD, dan kepada tenaga kesehatan yang belum divaksin pada tahap pertama.

Biarpun sudah divaksin, Ia mengimbau kepada para penerima vaksin senantiasa menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.