Kawasan Wisata Dadakan Membludak, Berpotensi jadi Klaster Covid-19

oleh
Warga membludak kunjungi lokasi wisata dadakan dibawah jembatan Melawi 1 abaikan protokol kesehatan

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Meski masih pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk di Kabupaten Melawi, namun para pengunjung wisata dadakan tetap ramai saat sore hari.

Seperti pantauan media ini, Rabu (24/2/2020) sore, ratusan pengunjung terlihat memadati destinasi wisata dadakan di Sungai Pinoh kawasan jembatan Melawi 1.

Lantaran air Sungai Pinoh ini menyusut drastis dalam satu minggu terakhir kian menampakkan hamparan pasir di bagian dasar sungai bawah jembatan tersebut, warga pun memanfaatkan peristiwa itu sebagai lokasi wisata dadakan untuk bersantai.

Sebagian dari mereka membawa anak-anaknya untuk berenang. Selain itu juga dimanfaatkan sejumlah remaja menjadi tempat bermain saat sore hari, diantaranya bermain sepak bola dan volli.

Warga juga ramai-ramai turun ke dasar sungai yang kering sambil mengabadikan momen dengan berselfi ria.

Tak hanya itu, sejumlah warga sekitar juga memanfaatkan berkah wisata dadakan itu untuk berjualan aneka makanan dan minuman ringan.

Kondisi tersebut pun jadi perhatian sejumlah warga, lantaran pengunjung mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Dikhawatirkan, membeludaknya tingkat kunjungan bisa berpotensi menyebarkan virus corona.

Rustam, salah seorang pengunjung asal Nanga Pinoh yang mengharapkan agar ada peningkatan pengawasan serta penerapan protokol kesehatan.

Dia mengaku, terlalu khawatir dengan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah wisata dadakan itu, karena warga tidak merapakan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak.

Lebih lanjut, Rustam berharap, pemerintah melalui instansi terkait untuk tetap melakukan pengawasan di tempat kawasan wisata dadakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ditanyai terkait kekhwatiran potensi terjadinya klaster baru Covid-19 di kawasan itu, Rustam berharap ada pengawasan dari pihak terkait dan seluruh pengunjung konsisten untuk menerapkan protokol kesehatan.