Divaksin Pertama, Widya Hastuti : Disuntik Suami Tidak Ada Rasa

oleh
Ketua DPRD Melawi, Widya Hastuti, vaksinasi pertama Covid-19 di Kabupaten Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI -Ketua DPRD Melawi, Widya Hastuti, didaulat menjadi penerima pertama vaksin Covid-19. Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Melawi dimulai pada Selasa (2/2).

Widya Hastuti menjadi penerima pertama vaksin karena Bupati Melawi, Panji dan Wakil Bupati, Dadi Sunarya sama sama tidak memenuhi syarat medis karena adanya penyakit penyerta.

Ditemui usai divaksinasi, Widya mengaku sempat merasa nervous saat akan menerima vaksin Covid-19. Ia mengaku takut disuntik.

“Tapi Alhamdulillah saya orang pertama mendapatkan vaksin. Nervous bukan karena apa-apa, hanya memang takut disuntik. Tapi setelah 30 menit tidak apa-apa,” ujarnya.

Proses vaksinasi bisa berjalan lancar. Apalagi menurut Widya yang menyuntiknya adalah suami sendiri, dr Ahmad Jawahir yang tak lain menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi.

“Rasanya lebih tenang (disuntik suami sendiri). Disuntik juga tidak ada rasa. Hanya nervous tadi. Alhamdulillah lancar,” kata ketua dewan wanita pertama di Melawi ini.

Widya pun berharap nantinya proses vaksinasi Covid-19 bisa berjalan lancar. Dan seluruh masyarakat bisa mendapatkan vaksin ini.

“Harapan kita bangsa Indonesia dan dunia bisa terhindar dari wabah yang masih melanda ini,” katanya.

Ia juga berpesan, walau telah dilakukan vaksinasi Covid-19, diharapkan masyarakat tetap menjaga Protokol Kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari. Tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Jangan sampai sudah mendapat vaksin, lupa dengan Protokol Kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Ahmad Jawahir mengungkapkan pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini dimulai sejak 2 Februari hingga akhir Maret. Sasarannya sebanyak 1.020 penerima dengan prioritas utama tenaga kesehatan dan 10 orang yang terpilih terdiri dari jajaran Forkopimda hingga tokoh agama.

“Ketua DPRD yang pertama menerima karena Bupati dan Wakil Bupati belum memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin karena kendala medis. Khusus Bupati Panji juga belum mendapatkan vaksinasi karena pernah terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Ahmad Jawahir juga berharap dukungan masyarakat dalam proses vaksinasi nantinya. Ia menegaskan vaksin Sinovac sudah dinyatakan aman dari BPOM dan mendapat sertifikasi halal dari MUI.

“Setelah vaksinasi pertama, nantinya 14 hari kemudian diberikan vaksin kedua. Sehingga diharapkan timbul kekebalan tubuh dan terbentuk imun,” ujarnya