Menanti Janji Para Paslon Pilkada Melawi dalam Debat Publik

oleh

MELAWINEWS.COM, Melawi – Debat publik atau debat kandidat antar pasangan calon peserta Pilkada Melawi usai digelar, Selasa (10/11) malam. Masing-masing kandidat telah memaparkan visi misi serta upaya mengatasi berbagai persoalan masyarakat bila nantinya terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

Dalam debat yang dipandu oleh moderator dari Akademisi Fisipol Untan, DR Nurfitri Nugrahaningsih, sejumlah pertanyaan dilontarkan pada seluruh pasangan calon. Seperti tanggapan Paslon nomor urut 2 soal upaya merubah mindset perilaku budaya dalam pelayanan publik. Cabup Henny Dwi Rini mengatakan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, perlu adanya penerapan pelayanan yang lebih baik.

“Pelayanan diharapkan lebih bagus di rumah sakit maupun puskesmas,” katanya

Sementara Cawabup nomor urut 2, Mulyadi mengatakan kepala daerah mesti menjadi contoh teladan. justru menjadi pimpinan, kita yang melayani.

“Kita harus mengejar orang agar pelayanan betul betul. Ada kinerja yang tidak baik, harus ada sanksi agar ada efek jera sehingga pelayanan publik pada masyarakat menjadi makin baik,” ujarnya.

Sedangkan Paslon nomor urut 3, Dadi-Kluisen menjawab soal program menyiapkan generasi unggul penerus yang akan datang di Melawi. Kluisen mengatakan perlu ada penyiapan dana karena sampai ke lapangan agar ibu dan anak mulai dari kandungan butuh gizi agar bisa pintar dan sekolah juga tidak timbul stunting. Untuk itu, juga dilakukan pemberian penyuluhan melalui PKK Desa.

Sementara Dadi Sunarya menilai upaya menyiapkan generasi muda Melawi dengan meningkat IPM berdasarkan indikator yang dimiliki berdasar program unggulan.

” Mulai dari peningkatan angka melek huruf, meningkatkan pengeluaran riil perkapita serta program pro rakyat,” ucapnya.

Khusus Paslon Panji-Ahmaddin, salah satu pertanyaan yang dilontarkan yakni upaya menurunkan angka kemiskinan Panji menjawab, ukuran kemiskinan tidak hanya terdiri dari satu variabel karena ada faktor pendidikan, tingkat kesehatan, ekonomi dan sosial.

“Untuk menurunkan angka kemiskinan agar orang harus melek huruf ekonomi baik dan mendapatkan penghidupan yang layak.

Ia melanjutkan, menurunkan angka kemiskinan bisa dengan meningkat produksi yang berbasis kerajinan atau usaha tradisional masyarakat setempat serta menggalakkan UKM.

Sedangkan, cawabup Abang Ahmaddin menilai pasangan PANAH tetap fokus dengan meningkat kinerja masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan seluas luasnya.

“Khususnya Lapangan kerja yang langsung dapat dikelola masyarakat langsung,” ucapnya.