Corona Semakin Masif, Melawi Catat 17 Positif Rapid Test

oleh
dr Ahmad Jawahir bersama perwakilan dari TNI saat konferensi pers di kantor Bupati Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi kembali mengumumkan penambahan warga yang dinyatakan positif (reaktif) berdasarkan hasil rapid test. Total ada 11 warga yang tersebar di berbagai kecamatan dan dinyatakan positif dari rapid test

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi dr Ahmad Jawahir dalam keterangan pers di Kantor Bupati, Rabu (22/4) mengungkapkan 11 pasien yang dinyatakan reaktif rapid test yakni pasien 007 asal Menukung, Pasien 008, 009, 010, 011 dan 012 asal KKLK Kecamatan Nanga Pinoh, pasien 013 asal Kotabaru Kecamatan Tanah Pinoh, Pasien 014 asal KKLK, serta Pasien 015 asal Pemuar, dan Pasien 016 asal Desa Tembawang Panjang dan Pasien 017 asal Pemuar, Belimbing.

“Seluruhnya positif berdasarkan hasil rapid test. Mereka pun ditetapkan sebagai Orang Tanpa gejala (OTG) dan sesuai dengan buku pedoman penanganan Covid-19 revisi keempat mereka akan dilakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Ahmad Jawahir juga menerangkan pelaksanaan isolasi mandiri akan diserahkan ke masing-maaing kecamatan. Teknis hal tersebut akan diserahkan dengan surat resmi pada camat, forkopimcam serta kepala Puskesmas.

“Langkah selanjutnya untuk isolasi menyesuaikan dengan pedoman tersebut. Bila ada yang dirasa perlu, bisa dikonfirmasikan ke Posko gugus tugas yang ada di Desa Kenual,” katanya.

Dengan tambahan 11 orang yang positif Rapid Test, total ada 17 warga Melawi yang positif atau reaktif berdasarkan Rapid Test. Ahmad Jawahir menerangkan untuk lima warga Melawi yang Sabtu lalu diumumkan Reaktif Rapid Tes juga sudah dilakukan swab tenggorokan pada Sabtu lalu. Hasil swab inipun belum diketahui hasilnya

“Sedangkan susulan berikutnya akan diprogramkan pada Sabtu depan karena keterbatasan peralatan RT PCR yang ada di Pontianak,” katanya.

Ahmad Jawahir juga menegaskan tim gugus tugas masih akan menggelar rapat untuk menentuka langkah selanjutnya termasuk rencana karantina wilayah.

“Masyarakat diminta waspada dan peduli terhadap imbauan dan anjuran pemerintah agar terhindar dari serangan Covid-19,” pesannya.