Persiapan Perdana UNBK, SMPN 1 Pinoh Selatan Laksanakan Simulasi

oleh
Simulasi UNBK yang digelar SMPN 1 Pinoh Selatan

MELAWINEWS.COM, Melawi -SMPN 1 Pinoh Selatan sudah memulai simulasi pelaksanaan UNBK sejak Senin (2/3) hingga Selasa (3/3) lalu. Kepala SMPN 1 Pinoh Selatan, Muh Firman mengungkapkan pelaksanaan simulasi UNBK yang diikuti 48 siswanya berjalan lancar sejak hari pertama.

“Hanya, memang dengan segala keterbatasan di Pinoh Selatan membuat pelaksanaan UNBK di sekolah kami sedikit berbeda dengan sejumlah SMP lainnya yang berada di dekat kota,” terangnya.

Firman mengatakan, wilayah SMPN 1 Pinoh Selatan belum terjangkau sinyal internet. Sementara listrik PLN hanya menyala pada malam hari. Dengna kondisi ini, sistem UNBK harus menggunakan Token Blank Spot. Dimana sistem tetap tersinkronisasi secara online dengan cara membawa server ke ibukota Nanga Pinoh.

“Dan Token soal UNBK ini dikirim melalui web sehari sebelum pelaksanaan simulasi,” katanya.

Dalam simulasi, lanjut Firman proses sinkronisasi serta pengiriman hasil simulasi UNBK berjalan lancar. Artinya, siswa tetap mengerjakan UNBK pada perangkat komputer yang ada di SMPN 1 Pinoh Selatan.

“Dan setelah selesai digelar simulasi, baru kemudian dilakukan pengiriman hasil UNBK ke Nanga Pinoh yang jaringan internetnya jauh lebih lancar,” jelasnya.

Sementara, lanjut Firman, untuk kebutuhan daya listrik, sekolahnya sudah menyiapkan genset yang memang telah tersedia. Untuk menyalakan genset dibutuhkan sekitar 10 liter bensin per hari. SMPN 1 Pinoh Selatan juga menyediakan 20 perangkat komputer dan laptop untuk mendukung UNBK.

“Sistem ini jauh lebih aman, karena server tidak harus terhubung online setiap saat. Dan sistem

ini memang sudah dirancang oleh Kemendikbud untuk daerah-daerah blank spot seperti di Kecamatan Pinoh Selatan,” katanya.

Token offline ini  merupakan salah satu upaya Kemendikbud untuk memudahkan peserta UNBK untuk mengikuti pelaksanaan UNBK. Dengan menggunakan sistem tersebut, gangguan teknis yang terjadi tidak akan menggangu pelaksanaan UNBK.

“Memang sedikit repot karena server mesti dibawa ke mana-mana. Untuk bisa menerapkan sistem ini, kami sudah menyurati tim help desk UNBK Provinsi Kalbar untuk mengajukan token offline karena sekolah masuk area blank spot,” katanya.

Firman berharap, pada hari pelaksanaan UNBK SMP yang direncanakan digelar pada 20 April hingga 23 April mendatang, dapat berjalan lancar dan tak mengalami kendala. Sekolahnya juga sudah mempersiapkan sejumlah program bagi para siswa untuk menghadapi UNBK.

“Simulasi dan latihan digelar agar siswa terbiasa menggunakan perangkat komputer. Sedangkan jam belajar tambahan dan latihan soal-soal juga sudah diberikan rutin agar siswa siap menghadapi ujian,” jelasnya.