Melawi  

Daud Jordan Buka Gawai Dayak Melawi XVII: Imbau Masyarakat Tidak Membuat Kegaduhan

PGD ke- 17 Melawi 2025 secara resmi dibuka oleh Anggota DPD RI, Daud Jordan, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali dilanjutkan dengan prosesi ritual tuak pemali

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pekan Gawai Dayak (PGD) ke- 17 Kabupaten Melawi 2025 secara resmi dibuka oleh Anggota DPD RI, Daud Jordan, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali dilanjutkan dengan prosesi ritual tuak pemali, berlangsung di Stadion Raden Temenggung Setya Pahlawan Nanga Pinoh, Kamis (31/7).

PGD tahunan yang dimeriahkan pasukan merah TBBR ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil panen padi yang melimpah, sekaligus menjadi upaya untuk pelestarian tradisi seni dan budaya Dayak yang telah diwariskan leluhur secara turun-temurun.

Anggota DPD RI, Daud Jordan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gawai Dayak ini tak hanya menjadi simbol pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai ajang mempererat persaudaraan antar suku dan agama.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena menyatukan kita semua sebagai anak bangsa, khususnya masyarakat etnis Dayak. Terima kasih kepada panitia yang telah mengundang saya untuk membuka PGD ini,” kata Jordan.

“Saya bangga menjadi orang Dayak. Orang Dayak pasti bisa seperti saya. Saya sebagai mantan petinju kelas dunia, yang kemudian menjadi Anggota DPD RI saat ini,” sambungnya.

Jordan mengungkapkan, jika kompak maka warga Dayak lainnya bisa seperti dirinya menjadi perpanjangan tangan wakil rakyat di DPD RI termasuk di DPR RI hingga jabatan-jabatan penting lainnya di daerah maupun di pusat.

Kepada generasi muda Dayak, Jordan menyampaikan agar bisa meniru orang-orang sukses dari kalangan Dayak, sehingga kedepan dapat menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat, diantaranya menjadi pemimpin daerah.

Dikesempatan itu, Jordan berharap pelaksanaan PGD hingga selesai nantinya yang menampilkan karya-karya Dayak ini dapat berjalan lancar dan sukses, tentunya dengan dukungan semua pihak termasuk dari pihak aparat keamanan.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ada yang membuat kegaduhan di kegiatan PGD ini, karena akan merugikan kita semuanya,” tutup Jordan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Melawi, Paulus, mewakili Bupati Melawi mengatakan saat ini perbedaan yang ada di daerah dengan keberagaman suku, budaya, adat, dan agama harus dimanfaatkan sebagai sebuah pondasi dalam membangun Melawi yang saling menghargai perbedaan dan meningkatkan rasa toleransi.

“Mari kita jadikan perayaan gawai dayak ini sebagai momentum mempererat persatuan, menjaga keharmonisan, dan membangun Melawi yang damai, berbudaya, dan sejahtera,” ajak Paulus.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Melawi, Kluisen, menyampaikan momentum gawai Dayak tahunan ini menjadi pelestarian budaya Dayak berkelanjutan yang diwariskan para leluhur.

Kluisen menyebut, jika ada yang membuat masalah di PGD ini agar diselesaikan dengan hukum yang berlaku dan hukum adat.

Kluisen menghimbau kepada pengunjung agar bisa menjaga keamanan, ketertiban dan kekompakan maupun kebersihan selama gawai berlangsung.

“Dari hari pembukaan ini sampai selesai nanti PGD dapat berjalan baik tanpa ada gangguan-gangguan apapun,” harap Kluisen.

Ketua Panitia PGD Melawi ke-17, H. M. Yamin, melaporkan PGD akan berlangsung sejak pembukaan hingga 2 Agustus mendatang.

Yamin menerangkan, rangkaian acara PGD kali ini diantaranya pawai budaya, pertunjukan seni dan budaya, ritual suku dayak berbagai sub suku. Dan berbagai tampilan budaya lainnya yang siap menghibur pengunjung.

Lebih lanjut Yamin melaporkan, anggaran yang dibutuhkan di PGD ini mencapai Rp 350 juta. Namun hingga pembukaan dilaksanakan panitia masih mengalami kekurangan sekitar Rp 40 juta.

Yamin berharap kekurangan anggaran ini bisa tertutupi melalui bantuan berbagai donatur untuk meringankan beban panitia.

Pembukaan juga dihadiri berbagai tamu undangan seperti forkopimda, unsur pimpinan dan anggota DPRD Melawi, pimpinan OPD, dan berbagai tamu undangan penting lainnya.