MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi mencatat sebanyak 388 kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Melawi sepanjang tahun 2026 berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari sejumlah wilayah Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Melawi, Jejen Relabeto, mengatakan berdasarkan
data Dinkes Melawi menunjukkan, Puskesmas Nanga Pinoh menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sebanyak 78 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Pemuar tercatat sebanyak 47 kasus dan Kecamatan Manggala sebanyak 40 kasus. Kecamatan Ella Hilir menyusul dengan 31 kasus, sedangkan Kecamatan Sokan tercatat 24 kasus.
Sementara itu, Puskesmas Manding mencatat 19 kasus dan Puskesmas Tiong Keranjik sebanyak 17 kasus. Puskesmas Ulak Muid tercatat 14 kasus, Puskesmas Sayan 9 kasus, sedangkan Puskesmas Menukung dan Kota Baru masing-masing mencatat 4 kasus.
Jejen juga menjabarkan, selain berdasarkan wilayah Puskesmas, data Dinkes juga mencatat kasus yang teridentifikasi melalui sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) tercatat menangani 33 kasus, RSUD 42 kasus dan RS KBJ sebanyak 26 kasus. Sementara RS Belimbing tercatat nihil kasus dalam data tersebut.
“Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa kasus TBC masih ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi dengan tingkat sebaran yang berbeda,” ujar Jejen Relabeto, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, tingginya kasus di beberapa wilayah menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit menular, terutama melalui penemuan kasus secara dini, pemeriksaan, pengobatan hingga tuntas serta pemantauan terhadap pasien dan kontak erat.
“Upaya penanggulangan TBC juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu masyarakat diharapkan tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, sehingga dapat segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan deteksi dan pengobatan yang lebih cepat, penularan TBC di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan.
