MELAWINEWS.COM, TANAH PINOH – Pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Melawi di wilayah Kecamatan Tanah Pinoh, yang berpusat di Kota Baru, mengeluhkan terhentinya distribusi air bersih selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Keluhan tersebut terutama dirasakan masyarakat di kawasan pusat perkotaan Desa Suka Maju. Sejak distribusi air berhenti, warga terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Salah satu pelanggan, Darwis, warga Desa Suka Maju, mengatakan tidak mengalirnya air bersih sangat berdampak pada aktivitas masyarakat. Bahkan, sebagian warga terpaksa mandi di sungai atau menumpang ke rumah tetangga yang masih memiliki sumber air.
“Kondisi ini sangat menyulitkan. Warga terpaksa mandi di sungai, padahal air Sungai Pinoh sekarang sudah tidak layak digunakan,” ujar Darwis, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Darwis, air sungai kerap keruh akibat musim hujan serta aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai, sehingga tidak aman untuk kebutuhan mandi maupun mencuci. Selain itu daerah tersebut menjadi langganan banjir, sehingga warga membutuhkan air bersih.
Ia menjelaskan, memang terhentinya distribusi air disebabkan oleh pipa penyeberangan dari Desa Batu Begigi menuju Desa Suka Maju yang dilaporkan putus. Namun hingga kini, belum ada upaya perbaikan nyata dari pihak Perumdam.
“Hingga sekarang belum ada reaksi serius dari Perumdam untuk menyambung kembali pipa yang terputus itu,” ungkapnya.
Darwis menambahkan, persoalan ini sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak Perumdam. Bahkan, pertemuan antara masyarakat dan Perumdam telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
“Kami sudah menyampaikan keluhan dan sudah ada pertemuan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” keluh Darwis.
Atas kondisi tersebut, lanjutnya, masyarakat Desa Suka Maju mendesak Perumdam segera mengambil langkah konkret untuk menangani kerusakan pipa agar distribusi air bersih kembali normal.
Darwis menyebut pihak Perumdam tidak hanya sebatas memberikan penjelasan, tetapi segera merealisasikan perbaikan agar krisis air bersih yang telah berlangsung berbulan-bulan tersebut dapat segera diatasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumdam Tirta Melawi, Bambang Setiawan, mengakui adanya gangguan distribusi air di wilayah Kecamatan Tanah Pinoh akibat kerusakan pipa penyeberangan.
Bambang menjelaskan, belum diperbaiki pipa penyeberangan air yang putus lantaran faktor teknis, beberapa minggu terakhir debit sungai masih meningkat. Selain itu membutuhkan peralatan khusus karena lokasi pipa berada di area sungai.
“Kami harap pelanggan terdampak bersabar, tinggal menunggu perbaikan pipa penyebrangan. Saat ini kami masih melakukan persiapan teknis dan koordinasi agar perbaikan bisa segera dilakukan. Kami mohon masyarakat bersabar,” ujar Bambang, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan, dari hasil kesepakatan di Kantor Camat Tanah Pinoh, bahwa penggalian pipa menggunakan lanting sedot warga, maka pihaknya masih menunggu kesiapan warga, dan sudah melayangkan surat permohonan ijin ke Polres Melawi.
