MELAWINEWS.COM, MELAWI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi belum memiliki dokumen kajian bencana daerah yang komprehensif sebagai dasar perencanaan mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Dokumen kajian bencana daerah ini sebenarnya sudah pernah direncanakan pada tahun sebelumnya dengan menyiapkan anggara sekitar Rp 500 juta. Namun, pelaksanaannya belum dapat direalisasikan akibat kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2025 ,” ujar Daniel, Rabu (14/1).
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 juga belum tersedia alokasi dana untuk melaksanakan kajian bencana yang melibatkan pihak ketiga maupun kalangan akademisi.
Padahal, menurutnya, kajian tersebut sangat diperlukan untuk memetakan potensi bencana di Kabupaten Melawi, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, angin puting beliung, serta potensi bencana lainnya.
Tanpa dokumen kajian bencana, lanjutnya, kemampuan daerah dalam melakukan mitigasi dan perencanaan penanggulangan bencana menjadi terbatas.
Selain itu, dokumen ini juga menjadi salah satu persyaratan penting bagi pemerintah daerah untuk mengajukan dukungan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama untuk penanganan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana.
Daniel mengungkapkan, keberadaan dokumen kajian bencana daerah sangat strategis sebagai alternatif sumber pembiayaan, khususnya dalam mengatasi kerusakan akibat bencana di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Ia juga menegaskan, Pemkab Melawi tanpa memiliki dokumen kajian bencana, maka daerah akan sulit mengakses dana dari BNPB.
“Saat ini kami sedang mengajukan usulan kepada pimpinan daerah agar dapat dilakukan pengalokasian anggaran, sehingga kajian bencana dapat dilaksanakan oleh pihak ketiga atau segera dilakukan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU),” ungkap Daniel.
Ia berharap, ke depan penyusunan dokumen kajian bencana daerah dapat kembali dianggarkan oleh Pemkab Melawi, sehingga upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih terencana, efektif, dan berkelanjutan.
