Melawi  

Cerdas Cermat Guru Hadir di Rangkaian TPN XII : Membaca Kebutuhan Belajar, Menumbuhkan Kompetensi Pendidik

MELAWINEWS.COM, Melawi – Dalam rangkaian Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) yang akan digelar pada 12 Agustus 2025 di Graha PGRI Kabupaten Melawi, satu kegiatan yang mencuri perhatian adalah Cerdas Cermat Guru (CCG). Kegiatan ini diinisiasi oleh Guru Belajar Foundation dan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Melawi sebagai ruang bagi guru untuk melakukan asesmen formatif terhadap kompetensi mereka, bukan ajang adu cepat atau mencari “juara”.

CCG lahir dari keprihatinan atas tiga tantangan besar dalam ekosistem pendidikan: rendahnya capaian belajar murid Indonesia, rendahnya kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid, dan rendahnya hasil uji kompetensi guru. Tantangan ini membutuhkan solusi yang tidak hanya teknis, tetapi juga humanis dan reflektif. Sayangnya, percakapan tentang kompetensi guru belum menjadi budaya di sekolah, dan kebanyakan program pengembangan belum memberi umpan balik atas kebutuhan belajar guru secara personal.

Melalui CCG, guru diajak untuk mengenali level kompetensi diri secara kolaboratif dan menyenangkan. Setiap tim terdiri dari tiga guru atau calon guru yang akan mengerjakan soal-soal berbasis konteks nyata di kelas. Soal tersebut disusun berdasarkan Model Kompetensi Guru dalam Perdirjen No. 2626 Tahun 2023, dengan pendekatan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Banyak peserta mengaku soal-soalnya serupa dengan uji kompetensi yang biasa mereka temui, namun dengan suasana belajar yang jauh lebih ramah dan reflektif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Yussenno, mendukung penuh pelaksanaan CCG dan TPN XII.

“Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari agenda Dinas. Kami akan mengeluarkan edaran kepada sekolah untuk ikut serta,” ujarnya.

Mega Yesi Okta Fihana, Koordinator TPN XII Kabupaten Melawi, menyebut bahwa CCG penting bagi guru di daerah.

“Kondisi pendidikan di Melawi masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari keterbatasan pelatihan sampai minimnya pendampingan. CCG memberi ruang belajar yang relevan dan mendorong guru menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa CCG bukan sekadar mengingat materi, melainkan membangun pemahaman melalui diskusi dan refleksi.

Setiap peserta akan mendapatkan piagam pengakuan kompetensi serta umpan balik atas hasil pengerjaan. Umpan balik ini berisi informasi tentang area kompetensi yang perlu ditingkatkan dan rekomendasi pelatihan yang sesuai.

“Ini bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang guru yang sadar posisi belajarnya dan tahu langkah selanjutnya,” lanjut Mega.

Cerdas Cermat Guru di TPN XII bukan hanya aktivitas, tapi strategi pembelajaran yang menempatkan guru sebagai pembelajar aktif. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan berbasis konteks, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menumbuhkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Exit mobile version