Tikar Senggang dan Kerajinan dari Limbah Kayu Ulin Masuk Nominasi Inacraft 2022

oleh -460 views
Bupati Melawi bersama Kepala OPD dan Dekranasda saat mengunjungi stan Melawi dalam pameran Inacraft

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Melawi tampil pada acara gelaran The 22nd Jakarta International Handicraft atau pameran Inacraft Tahun 2022 sejak Rabu (22/03/2022) di Jakarta Convention Center.

Pameran Inacraft 2022 yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengambil tema, “From Smart Village to Global Market”.

Dekranasda Melawi sendiri memboyong berbagai produk perajin lokal, diantaranya Tenun Ikat dari Ribang Semalan, Desa Bina Jaya, Mandau dari Kecukuh, Desa Sungai Raya, kerajinan limbah kayu ulin karya perajin Desa Batu Begigi, kain khas motif Ngonang Melawi, berbagai produk anyaman seperti tikar senggang dari beberapa desa di Melawi serta kerajinan manik-manik.

“Alhamdulillah pada event ini, Kabupaten Melawi masuk dalam nominasi Inacraft Award untuk kerajinan Tikar dari Pelepah Daun Senggang dan Kerajinan dari Limbah Kayu Ulin yang dibuat seperti daun”, ungkap Ketua Dekranasda Kabupaten Melawi, Ny. Raisya Sarbina Dadi.

Selanjutnya, Raisya mengatakan keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Melawi pada ajang pameran ini adalah untuk memperkenalkan produk-produk unggulan kerajinan Melawi kepada khalayak luas, sebagai upaya menumbuhkembangkan UMKM kerajinan lokal Melawi yang berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.

“Melalui Inacraft ini, Dekranasda Melawi berharap dapat mewadahi dan memfasilitasi UMKM sektor kerajinan Melawi untuk bersaing di global market”, ungkapnya.

Tikar Senggang sendiri oleh masyarakat Dayak digunakan untuk pengganti karpet serta untuk menjemur padi. Saat ini, kerajinan tikar berbahan pelepah daun senggang ini banyak dibuat dengan motif sebagai hiasan dinding.

Sedangkan Kerajinan berbahan Limbah Kayu Ulin merupakan kerajinan karya Pak Kelani dari Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi yang dibuat dari potongan kayu bekas yang mulanya tidak bernilai sama sekali, kemudian dibuat menjadi kerajinan tangan yang indah. Berbagai hasil kerajinan dari limbah kayu ulin yakni asbak rokok, mangkok, lesung, tumbukan, dan berbagai benda lainnya sesuai permintaan konsumen.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa yang juga berkesempatan mengunjungi langsung stand pameran Kabupaten Melawi mengatakan turut senang dan bangga bisa hadir di dalam event penting tersebut setelah sempat vakum dikarenakan pandemi Covid-19.

“Tentunya ajang pameran ini menandakan UMKM dan ekonomi kita mulai bangkit. Kita patut bersyukur bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai ajang promosi dan memperkenalkan UMKM kita ke masyarakat luas”, ujarnya.

Bupati sangat mengapresiasi Dekranasda Kabupaten Melawi yang telah ikut berpartisipasi pada gelaran Inacraft 2022. Dirinya berharap produk-produk kerajinan dari Kabupaten Melawi mendapat atensi dan lebih dikenal luas tidak hanya kepada masyarakat nasional, namun juga kepada masyarakat internasional.