Belajar dari Kasus Korupsi Kades, Widya Rima : Jangan Main-Main dengan Dana Desa

oleh -280 views
Widya Rima

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Kasus korupsi dana desa yang menjerat oknum kades asal Sokan harus menjadi pelajaran serta peringatan bagi kades-kades lainnya di Melawi. Dana desa yang semestinya untuk mensejahterakan masyarakat jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan pribadi

Ketua Komisi A DPRD Melawi, Widya Rima mengapresiasi Polres Melawi yang berhasil mengungkap kasus korupsi dana desa yang dilakukan oleh salah satu oknum kepala desa dengan nilai kerugian negara lebih dari Rp 1,5 miliar.

Ia menilai, langkah tegas yang diambil Polres Melawi merupakan peringatan bagi kepala desa lainnya agar tak melakukan hal yang sama.

“Dengan adanya kasus ini, jelas kalau polisi tidak ragu dalam memproses oknum kades yang berani bermain-main dengan dana desa,” ujar legislator PKS itu.

Widyarima pun menyayangkan kasus korupsi yang terjadi pada tahun 2018 dan 2019 itu. Apalagi menurutnya, nilai Rp1,5 miliar seharusnya dapat memberikan manfaat banyak bagi warga desa bersangkutan.

Untuk itu, dirinya meminta kepala desa lainnya agar dapat mengelola dana desa dengan baik dan sesuai aturan main yang ada.

“Jangan sampai ada lagi yang ‘pandai-pandai’ menggunakannya untuk kepentingan atau keuntungan pribadi,” tegasnya.

Widyarima juga berharap kasus ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan desa di Melawi.

“Pembinaan dan pengawasan dana desa harus ditingkatkan sehingga lebih baik lagi. Kami di DPRD tentu siap menjadi mitra Pemda dan APIP atau APH dalam hal ini,” tuturnya.

Lanjutnya, “Dalam setiap kegiatan musrenbang yang kami hadiri atau reses, para kades juga selalu kami ingatkan agar bijak dalam mengelola dana desanya”.

Ia juga meminta masyarakat untuk dapat aktif mengawasi dana desa. Sebab, apabila dana desa berjalan tak semestinya, tentu masyarakat sendiri yang akan merugi.

“Untuk itu, pihak terkait dan desa diharapkan dapat memberikan edukasi kepada warga tentang pengelolaan dana desa. Ini agar warga paham apabila ada yang tidak beres dengan dana desa dan paham bagaimana cara melaporkannya,” pungkasnya.