Kenali Calon Kades Bukan Kaleng-kaleng, “Jangan Beli Kucing dalam Karung”

oleh
Ilustrasi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, akan dihelat pada Rabu (26/8/2020) mendatang.

Ada 111 desa dari 11 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Melawi akan mengikuti prosesi Pilkades tersebut.

Pantauan, sejumlah baliho atau poster para calon kepala desa dengan cantuman visi dan misi pun saat ini kian terpasang di sepanjang sudut jalan kota maupun desa, dengan tujuan diantaranya sosialisasi merebut suara pemilih ingin menjadi orang nomor satu di desa.

Namun, perlu diketahui, bahwa pesta demokrasi Pilkades adalah sebagai bentuk penentu arah dan langkah desa dibawa kemana, apakah dibawa ke arah kemajuan atau kemunduran, tergantung dari masyarakat desa yang menentukannya melalui pilihan calon kepala desa.

Semua arah pilihan kepada para calon kepala desa tentu memiliki kriteria masing-masing. Jangan sampai masyarakat salah melihat atau salah pilih, apalagi karena pemberian uang, sehingga seperti pepatah mengatakan “Jangan Membeli Kucing Dalam Karung”. Maksudnya, jangan memilih calon kepala desa yang tak memiliki popularitas, pengalaman, integritas, kapasitas hingga tak berakhlak baik.

Bila hal itu terjadi, maka desa akan mengalami kemunduran dan kepala desa bukan membawa desa ke arah kebaikan atau kemajuan, namun kepala desa hanya mempertontonkan kemajuan pribadi, kelompok, kolega bahkan keluarganya.

Maka dari itu, masyarakat harus jeli memilih calon kepala desa yang mau membawa ke arah perubahan desa yang lebih baik, bukan membawa perubahan pribadi, kelompok, kolega maupun keluarga sang kepala desa nantinya.

Memilih calon pemimpin desa ini jangan hanya karena pemberian uang, sembako atau bentuk lainnya, yang nantinya setelah duduk memimpin desa, maka dikhawatirkan akan terjadi penyalahgunaan anggaran yang bertujuan mengganti uang yang telah habis diberikan kepada masyarakat.

Perlu diingat, Pilkades bukan soal seberapa banyak uang yang ditabur calon kepala desa kepada masyarakat, tapi bagaimana soal masa depan membangun desanya dari semua sektor.

Yang paling penting, menuju perhelatan Pilkades serentak ini, kita yakini, bahwa pemimpin yang dipilih harus mampu menuju perubahan kondisi desa yang lebih baik dengan memilih pemimpin yang berkualitas, bukan yang kaleng-kaleng. (MelawiNews.Com)