Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian, Pena Melawi Gelar Dialog Publik

oleh
Foto bersama usai gelar pembukaan

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Dalam rangka mengatasi meningkatnya angka penyebaran informasi yang bersifat hoax dan penyebaran ujaran kebencian di masyarakat dan di media sosial, terutama bagi kalangan kaum milenial di Melawi dalam menghadapi Pilkada maupun Pilkades 2020, Perhimpunan Jurnalis (PENA) Kabupaten Melawi menggelar diskusi publik tentang “Netizen, Medoa Sosial dan Pilkada Serentak 2020”, Kamis (20/2/2020) di salah satu hotel Kota Nanga Pinoh.

Kegiatan diskusi publik tersebut di buka oleh Plt Kabag Humas Setda Melawi, Ratna Irawati. Sedangkan peserta diskusi terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa dan pelajar dikingkup Pemkab Melawi.

Tampak hadir, Wakapolres Melawi, Kompol Jajang, LO Kodim 1205/Sintang, Mayor Arh Edi Winarno, Ketua Bawaslu Melawi, Johani, komisioner KPU Melawi, Airin Fitriansyah, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Adapun nara sumber diskusi publik ini dilakoni Ita Oktaviani dari Hoax Crisis Center (HCC) Pontianak, Kalbar, Waka Polres Melawi, Kompol Jajang, Komisioner KPU Melawi, Airin Fitriansyah dan Ketua Bawaslu Melawi, Johani.

Ketua PENA Kabupaten Melawi, Eko Susilo, menuturkan, Kabupaten Melawi salah satu di Provinsi Kalbar yang bersiap menggelar Pilkades dan Pilkada Serentak tahun 2020.

“Salah satu yang biasa muncul saat jelang pemilu adalah berita berita palsu / bohong (hoaks) ujaran kebencian hingga bermuatan SARA,” beber Eko.

Eko menjelaskan, isu-isu yang bermuatan SARA (politik identitas), berita palsu (HOAKS) dan ujaran kebencian yang menggunakan media sosial sebagai medium penyampaiannya yang diketahui dapat dengan mudah dan cepat diakses oleh masyarakat luas sehingga berisiko memecah belah masyarakat dan menyebabkan terjadinya konflik sosial antar masyarakat dikarenakan perbedaan latar belakang maupun pilihan.

“Sehingga berpengaruh pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, politik, ekonomi dan sosial budaya,” ujar Jurnalis Suara Pemred ini.

Eko mengungkapkan, PENA Melawi menilai perlu dilakukannya suatu upaya pencegahan sejak dini kepada masyarakat Kabupaten Melawi terhadap bahaya politik identitas, berita palsu dan ujaran kebencian pada saat berlangsungnya Pilkada dan Pilkades di Kabupaten Melawi Tahun 2020.

Eko berharap, masyarakat meningkatkan kesadaran dan partisipasi para peserta akan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan menyampaikan pesan-pesan terkait hal tersebut melalui konten di media sosialnya masing-masing.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Melawi, Ratna Irawati, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh rekan rekan jurnalis di Melawi yang tergabung dalam PENA, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah. Terutama dalam mengantisipasi maupun mendeteksi dini berita palsu.

“Perkembangan era digital saat ini, masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menerima informasi. Harus cek dahulu kebenarannya, jangan sampai justru menyesatkan dan memicu konflik,” pintanya.