Tingkatkan Kapasitas SDM OPD Melawi, WWF Indonesia Berikan Pelatihan GIS

oleh
Asisten 1 Setda Melawi membuka pelatihan GIS

MELAWINEWS.COM, Melawi – Sebagai bentuk dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal pengolahan data spasial, WWF Indonesia memberikan pelatihan Geographic Information System (GIS) kepada OPD serta lembaga mitra pembangunan yang ada di Melawi.

Pelatihan ini digelar selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang ahli di bidang tersebut.

Koordinator Komoditas Berkelanjutan WWF Indonesia Hulu Kapuas Landscape, Muhammad Munawir saat pembukaan pelatihan GIS, Rabu (29/1) mengatakan bahwa kegiatan pelatihan GIS sebagai bentuk komitmen WWF dalam mendukung program pemerintah, melalui peningkatan kapasitas bagi pihak pihak terkait
“Kita ketahui sekarang memang data spasial sudah menjadi kebutuhan penting di era Digital saat ini. Maka dari itu, mau tidak mau kita berproses menuju kesana,” ucapnya.
Nawir, sapaan akrabnya mengatakan persoalan data spasial ini menjadi penting mengingat di Indonesia kerap ada perbedaan data dan peta. Tak cuma dilevel kabupaten maupun provinsi, tapi juga dipusat yang disebabkan data tak satu pintu

“Karenanya, pelatihan ini penting ada ada satu kesamaan data. Apalagi Melawi akan peninjauan kembali RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” ujarnya,

Nawir menjelaskan seiring dengan perkembangan waktu pemanfaatan GIS semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. GIS banyak dimanfaatkan dalam bidang pembangunan, pertanian, kesehatan, social, kebencanaan, pertanian dan dalam bidang pembangunan lainnya.
“Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mempelajari GIS, selain dalam hal pemetaan GIS juga mempunyai peran penting untuk membantu mengidentifikasi sumberdaya alam, pengelolaan pasca bencana hingga penentuan kebijakan dalam hal pembangunan,” katanya.

Dari pelatihan tersebut, WWF berharap nanti di setiap OPD Melawi terdapat tenaga pegawai yang bisa mengoperasikan GIS. karena memang ada data data di masing masing sektoral juga perlu untuk di dispasialkan.

“Sehingga tidak lagi tergantung pada satu OPD khusus seperti dinas tata ruang saja. Tapi di tiap OPD ada yang memiliki keahlian GIS,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Melawi, Imansyah saat membuka pelatihan GIS tersebut mengatakan Indonesia telah menerapkan pembangunan berkelanjutan. Komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) salah satu kunci utamanya adalah tersedianya data yang akurat dan update.

“Saat ini, data yang bereferensi keruangan (spasial) merupakan elemen penting karena berfungsi sebagai pondasi dalam melaksanakan dan mendukung berbagai macam aplikasi, sebagai contoh dalam bidang lingkungan hidup, perencanaan pembangunan, tata ruang, manajemen transportasi, pengairan, sumber daya mineral, sosial, ekonomi dan lain lain,” paparnya.

Imansyah mengatakan pemanfaatan data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologi pemetaan digital dan pemanfaatannya pada informasi geografis atau format data spasial. Kabupaten Melawi masih terus berproses untuk membangun sebuah sistem data yang terintegrasi dan berbasis keruangan.

“Apalagi pada tahun 2020 ini akan dilakukan peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) sehingga dibutuhkan sumber daya yang mampu melakukan analisis kondisi keruangan kabupaten agar penentuan tata ruang sesuai dengan basis data yang ada,” ungkapnya.

Ia pun berharap pelatihan yang akan digelar selama  tiga hari ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Kabupaten Melawi melalui kontribusi para peserta nantinya dalam mendukung agenda-agenda pembangunan di Kabupaten Melawi. Ia juga mengapresiasi WWF Indonesia yang memfasilitasi pelatihan ini sebagai bagian dari MoU antara Pemkab Melawi dan WWF pada November 2019 lalu.