Tak Cuma Soal Gaji Telat, Karyawan PT SBK Tuntut Kenaikan Uang Makan dan BPJS

oleh
Demo ratusan karyawan PT SBK di camp Nanga Nuak KM 35

MELAWINEWS.COM, MELAWI – AKSI karyawan PT Sari Bumi Kusuma (SBK) direncanakan akan berlanjut pada Selasa ini. Hal ini dikarenakan pada Senin kemarin, karyawan perusahaan kayu itu belum juga bertemu dengan pihak manajemen pusat.

Informasi dari karyawan PT SBK yang ikut berdemo mengungkapkan ratusan karyawan PT SBK terus menggelar aksinya hingga bisa bertemu dengan jajaran pimpinan manajemen di tingkat Pontianak hingga pusat (Jakarta). Namun, pada Senin kemarin, pertemuan tersebut urung dilakukan.

“Manajemen dari Jakarta masih dalam perjalanan informasinya. Sehingga rencananya, kami akan kembali melakukan demo pada Selasa,” ujar satu karyawan yang meminta namanya tak dituliskan, .

Karyawan yang bertugas sebagai tenaga pendidik di SD Sari Lestari, salah satu sekolah yang berada di bawah naungan PT SBK mengungkapkan ia juga belum menerima gaji sama seperti karyawan lain yang bekerja di lapangan. Karena itu, karyawan meminta agar persoalan gaji ini bisa segera dituntaskan.

“Ada enam tuntutan yang kami disampaikan ke perusahaan untuk bisa dipenuhi. Termasuk kami para guru yang berada dibawah naungan PT SBK juga belum menerima gaji dua bulan terakhir. Karena status kami juga karyawan PT SBK,” jelasnya.

Dikatakannya, keterlambatan gaji memang kerap terjadi di PT SBK, mulai dari sebulan hingga dua bulan. Ia memaparkan, pertemuan dengan manajemen pusat berdasarkan penjelasan koordiantor aksi di lapangan baru akan digelar Selasa.

“Jadi demo akan terus berjalan, sampai tuntutan terpenuh. Beberapa karyawan sudah pulang ke camp masing-masing, hanya besok akan kembali lagi,” katanya.

Salah satu yang baru akan dipenuhi perusahaan, yakni pembayaran satu bulan gaji oleh perusahaan sebelum 17 Januari. Hal ini sudah disampaikan koordinator aksi lapangan, pada massa pendemo.

“Untuk tuntutan lainnya, termasuk persoalan uang makan per hari yang kita minta dinaikkan karena hanya sebesar Rp 5 ribu. Ini tak pernah naik-naik. Yang lain juga akan terus kita perjuangkan untuk bisa dipenuhi perusahaan,” katanya.

Dalam tuntutan karyawan juga meminta perusahaan membayar BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Hal ini memang sudah menjadi hak karyawan.