104 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Nusa Kenyikap, Harta Hingga Ternak Ikut Hanyut

oleh
Warga Kenyikap membersihkan sejumlah harta bendanya usai terkena banjir bandang
MELAWINEWS.COM, MELAWI – Banjir Bandang melanda Desa Nusa Kenyikap, Sabtu (7/12) dini hari. Air bah yang datang tiba-tiba membuat ratusan KK di desa tersebut tak sempat menyelamatkan lagi harta benda mereka. Puluhan motor bahkan sempat ikut hanyut terbawa air bercampur lumpur itu.
Marsiana, salah seorang warga dusun Kenyikap Desa Nusa Kenyikap mengungkapkan banjir bandang datang tepat sebagian warga tengah tertidur lelap. Air bah datang sangat cepat. Tinggi air bahkan nyaris melewati atap rumahnya.
“Kami tak sempat menyelamatkan harta benda. Semua benda dirumah direndam banjir. Barang elektronik, baju, peralatan masak, sampai beras tak sempat diselamatkan karena air datang cepat,” katanya.
Peristiwa banjir bandang ini, kata Marsiana tak pernah ia rasakan sebelumnya. Banjir memang pernah melanda kampung Nusa Kenyikap, tapi air tak pernah setinggi seperti Sabtu naas itu.
“Air datang dari mana-mana. Tak pernah ada banjir sebesar ini. Motor kami sampai hanyut. Pakaian pun tinggal baju di badan. Bahkan uang kami hilang,” katanya.
Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin yang sudah turun ke lapangan mengungkapkan total ada 104 rumah yang terkena banjir bandang. Termasuk satu unit sekolah. Hampir semua warga setempat tak sempat menyelamatkan harta bendanya.
“Baju habis, padi yang baru dipanen hanyut. Dan kebutuhan mereka yang terpenting adalah makanan dan baju. Utamanya seragam sekolah,” katanya
Syafar menerangkan BPBD datang dengan membawa sejumlah paket makanan seperti Indomie, gula, kopi, dan minyak goreng. Sedangkan untuk bantuan beras menjadi kewenangan Dinsos untuk menyalurkan beras cadangan pemerintah.
Kades Nusa Kenyikap,Jagatrius Ewan mengatakan masyarakat membutuhkan bantuan makanan serta pakaian. Ia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah pasca kejadian banjir bandang.
“Karena banyak warga kami yang kehilangan harta bendanya. Masyarakat juga takut bila sewaktu-waktu banjir datang kembali,” katanya.