Siswa Bebas Bawa Android Saat Ulangan Semester? Ini Sebabnya

oleh
Pelaksanaan Ujian Semester Berbasis Online

MELAWINEWS.COM, MELAWI-Biasanya saat pelaksaan Ujian atau ulangan semester berlangsung. Para siswa tidak diperkenankan membawa Android ke dalam ruang belajar. Namun beda halnya dengan di SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh, para siswa justru dianjurkan membawa Android pada saat ulangan semester.
Mengapa demikian? Pasalnya Ulangan Semester di SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh Kepala SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh dilaksanakan secara online. Sehingga siswa bisa menggunakan HP ataupun computer untuk mengerjakan ulangannya.
Kepala Sekolah Muhammad Hutapiadi, mengatakan, sistem ulangan semacam ini baru pertama kalinya dilakukan DiSMA Muhammadiyah Nanga Pinoh,dan di Kabupaten Melawi.
Dia mengungkapkan pelaksanaan ulangan secara online berbasis komputer dan android ini agar siswa memahami pemanfaatan teknologi. Saat ini lanjutnya kebanyakan kecanggihan teknologi disalahgunakan untuk hal yang negatif oleh para pelajar.
“Kadang tahunya mereka Android ini hanya untuk main game dan hal yang aneh-aneh (negatif), nah dengan ulangan menggunakan komputer dan Hp (Android) kita mengajarkan gunakanlah teknologi untuk hal yang bermanfaat dan positif,” imbuhnya.
Pelaksanaan ulangan dengan sistem online dianggap lebih praktis serta menghemat anggaran, selain itu juga lebih mempermudah kerja guru karena tidak perlu melakukan koreksi.
“Kalau untuk siswa, mereka langsung bisa mengetahui berapa nilai yang mereka dapat karena usai mengerjakan soal nilai langsung keluar,” tuturnya.⁣
Disebutkannya, untuk nilai standar setiap mata pelajaran yakni 7,5, jadi jika nilai mereka memenuhi standar maka dinyatakan berhasil, kalau kurang maka siswa harus remidial.
“Ulangan dilaksanakan selama satu minggu mulai Kamis kemarin (28/11) hingga Sabtu (7/12),” benernya. Sekolah telah menyiapkan komputer/ laptop untuk Digunakan siswa -siswi Yang Tidak ada Android,PC/Laptop , sedangkan untuk android siswa menggunakan Handphone masing-masing.
“Terserah mereka mau memakai PC/laptop atau Android, tergantung rasa nyaman siswa mau pakai yang mana, namun fasilitas tetap kita sediakan seperti wifi, server soal dan ganset untuk antisipasi listrik padam,” ujarnya.
Disinggung apakah dengan sistem ini aman dan siswa tidak akan mencontek seperti bisa mencari di google ?Hutapiadi, menjelaskan bahwa hal tersebut sudah diantisipasi, jika siswa sudah login ke soal maka otomatis aplikasi lain google/ chrome akan terkunci.
Siswa memulai PAS dengan mengakses Google Chrome di HP. Selanjutnya memasukkan alamat IP, username, dan password. Tepat pukul 07.20, server sekolah mulai bisa diakses para siswa. Saat itu juga, siswa bisa mengakses soal PAS di HP Android mereka.
“Siswa pakai wifi sekolah yang Sudah diseting Secara Offlnie. Server juga milik sekolah sendiri,” ungkap Proktor SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh Sekaligus TIM ITC SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh.
Ada sekitar 124 siswa SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh. Jumlah itu mulai kelas X, XI, dan XII.⁣ “Siswa hanya perlu membawa HP Android miliknya untuk mengerjakan soal PAS,” katanya.⁣
Bagi siswa yang tidak membawa HP atau HP-nya belum Android, pihak sekolah telah mengantisipasi dengan menyiapkan komputer. Namun nyatanya, semua siswa sudah memiliki HP yang mumpuni. Kendala pun tidak terlalu ada.
“Dari seluruh siswa itu, paling hanya satu sampai lima anak yang mengalami kendala ringan. Misalnya belum terkoneksi. Namun itu bisa cepat teratasi,” jelasnya.