Peringati HDI, Lidwina : Stop Bullying dan Dorong Kesetaraan Penyandang Disabilitas

oleh
Sekda Ivo melepas Pawai dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional

MELAWINEWS.COM, Melawi – Anak-anak penyandang disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Luhur mengikuti pawai bersama ratusan pelajar dari sekolah umum di Nanga Pinoh, Selasa (3/12) pagi. Penyelenggaraan pawai digelar dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang perdana digelar di Melawi.

Dalam kegiatan ini turut hadir, Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono, Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi,sejumlahKepala OPD, Ketua PKK Melawi, Astri Panji, serta sejumlah guru dan undangan.

Suster Lidwina Rosmawaty Alma, panitia penyelenggaraan Hari Disabilitas Internasional menjelaskan pawai yang dimulai
dari Lapangan Kuliner Nanga Pinoh itu untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan apa itu HDI.

“Karena HDI bukan hanya di Melawi,tapi di seluruh dunia menyerukan HDI. Memberdayakan dan memastikan inklusif kesetaraan hak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Lidwina melanjutkan di Indonesia, peringatan HDI mengangkat tema Indonesia inklusi Indonesia unggul. Dikatakannya tujuan peringatan HDI yakni untuk mengangkat hak penyandang disabilitas.

“Stop bullying dan menyembunyikan pada penyandang disabilitas. Yang penting juga adalah berhenti mengatakan bahwa mereka orang cacat aneh dan orang gila. Cukuplah kita menyadari bahwa mereka adalah anak Indonesia. Jangan sampai orang tua terbebani menganggap mereka aib bahkan kutukan. Ini yang coba terus kami sosialisasikan pada masyarakat,” kata Kepala Sekolah Luar Biasa Bhakti Luhur ini.

Dikatakan Lidwina, kegiatan yang diinisiasi oleh SLB Bhakti Luhur menjadi bukti bahwa mereka bisa dan ada bagi kaum difabel. Apalagi saat ini SLB bakti luhur menjadi satu satunya sekolah yang inklusif bidang pendidikan.

“Harapan kedepan ada SLB negeri atau swasta lebih banyak sehingga para penyandang disabilitas bisa semakin banyak bisa merasakan pendidikan. Kami juga meminta ada aksesibilitas pada gedung serta layanan publik dengan menyediakan akses bagi penyandang disabilitas,” harapnya.

Ditempat yang sama, Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono mengakui bahwa ini menjadi kali pertama di Melawi memperingatkan Hari Disabilitas Internasional.

“Kita apresiasi sehingga ini bisa digelar di Melawi. HDI dimaksudkan bahwasanya semua pihak mendapat kesempatan yang sama untuk membangun Indonesia. Presiden bahkan sudah mengangkat staf khusus yang akan mengurus penyandang disabilitas,” katanya.

Ivo melanjutkan, terkait akses bagi penyandang disabilitas, Pemkab Melawi sudah memulainya. Di kantor Bupati Melawi baru, ada akses untuk mereka yang berkebutuhan khusus atau Disabilitas. Walau diakui Sekda perhatian pada kaum difabel memang belum maksimal karena keterbatasan yang dimiliki.

“Hanya sekarang Penerimaan CPNS ada formasi khusus penyandang disabilitas. Di Melawi ada dua formasi. Hanya sayangnya belum dimanfaatkan . Karena baru diisi satu. Untuk aksebilitas bagi penyandang disabilitas pada layanan umum hingga tempat seperti taman kota, semoga ini menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan kedepan,” ujarnya.