Berburu Emas Ilegal Polisi Tangkap 4 Penambang, DPRD : Pemerintah Harus Beri Solusi

oleh
Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Prismatya Dryan Maestro dan Kabag Ops AKP Dedy F. Siregar, saat gelar press release di Aula Tri Brata Mapolres Melawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Polres Melawi merazia masyarakat yang melakukan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) jenis emas ilegal di wilayah Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, baru-baru ini.

Dari razia gelaran “Operasi PETI Kapuas 2019” itu, 4 pekerja tambang emas dan alat tambang diamankan. Kini, pekerja tambang ilegal dan barang bukti alat tambang diamankan di Mapolres Melawi untuk penyidikan lebih lanjut. Pelaku akan dijerat dengan pasal 158 UU RI Tentang Minerba.

Hal itu disampaikan Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Prismatya Dryan Maestro dan Kabag Ops, AKP Dedy F. Siregar, saat gelar press release di Aula Tri Brata Mapolres Melawi, Rabu (27/11).

Kapolres menuturkan, bahwa pemerintah sudah melarang adanya PETI ilegal, karena aktivitas penambangan seperti emas akan merusak dan mencemari lingkungan.

Kasat Rekrim Pokres Melawi, AKP Prismatya Dryan Maestro mengatakan, 4 pelaku yang diamankan itu melakukan penambangan emas ilegal di sungai dan darat, diantaranya 1 pelaku atas nama Joko Suhardi di jalur sungai kawasan Dusun Sungai Suri, Desa Ela Hilir.

Kemudian di jalur darat lokasi yang sama diamankan 2 pelaku, yakni atas nama Ramli dan Irwansyah. Sedangkan 1 pelaku atas nama Sukardi diamankan dari jalur darat di area Dusun Mentawak, Desa Bora, Kecamatan Sayan.

Untuk mengatasi hal penambangan emas ilegal ini, lanjut Kasat Reskrim, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk menyatukan persepsi, bagaimana solusi yang terbaik untuk menanganinya.

“Dengan demikian, pergerakan aktivitas penambang emas yang sebagian merupakan mata pencaharian masyarakat itu dapat dialihkan ke bidang lain, sehingga pekerjaan penambangan emas yang merusak dan pencemaran lingkungan ini dapat ditekan,” ujar Kasat Reskrim.

Kabag Ops Polres Melawi, AKP Dedy F. Siregar menambahkan, bahwa aktivitas tambang emas ilegal memang sebagian masyarakat tidak mendukung, lantaran mengganggu kenyamanan masyarakat dan berdampak pada kerusakan dan pencemaran lingkungan serta membahayakan keselamatan para penambang.

Oleh karena itu, Kabag Ops mengharapkan peran serta dari masyarakat dan pemerintah untuk mendukung pihaknya menertibkan tambang ilegal tersebut.

Menanggapi soal penangkapan pelaku penambang emas tersebut, satu warga Nanga Pinoh, Melawi, H. Indra Laksamana Putra mengatakan, masyarakat yang melakukan aktivitas tambang emas ilegal yang merupakan mata pencaharian mereka, Polisi harus memberikan rasa keadilan soal penertiban.

“Artinya, penangkapan tidak dilakukan pilih kasih terhadap beberapa orang saja, sebab, di Melawi ada ratusan warga yang melakukan aktivitas tambang emas untuk menyambung hidup mereka,” kata Indra, Rabu (27/11).

Menurut Indra, jika penangkapan hanya dilakukan terhadap beberapa orang saja, tentu akan menimbulkan rasa kecemburuan sosial di masyarakat penambang, sementara di tempat lain masih dibiarkan beroperasi.

Selain itu, dikatakan, jika penambang ditertibkan, seharusnya penampung atau cukong-cukong emas juga mesti ditertibkan. “Kalau sudah ditangkap penampung, maka dipastikan hasil tambang emas tidak ada yang membeli. Mungkin ini salah satu cara untuk menghentikan penambang emas ilegal,” tegas Indra.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Melawi, Abang Ahmaddin mengakui, soal masyarakat yang melakukan pekerjaan tambang emas ini memang bagaikan buah simalakama.

Disatu sisi, kata Dia, masyarakat yang melakukan aktivitas pekerjaan tambang emas dianggap ilegal dan melanggar hukum, karena tidak memiliki izin, namun di sisi lain pekerjaan ini menyangkut soal hajat hidup orang banyak.

“Intinya pemerintah harus memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan tersebut. Kalau menertibkan pekerjaan itu, maka pemerintah harus mencari solusi untuk menyiapkan alternatif lain, seperti lapangan pekerjaan yang ada ditekuni mereka,” ujar politisi Partai Golkar itu, Rabu (27/11).