Pasca Jembatan Ambruk, Bupati Respon Cepat Keluhan Warga

oleh
Bupati Melawi, Panji, saat meninjau jrmbatan ambruk

MELAWINEWS.COM, TANAH PINOH – Pasca ambruk jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Cina menghubungkan masyarakat di Desa Tanjung Gunung dan Desa Suka Maju, Kecamatan Tanah Pinoh, Melawi, Kamis (21/11) sekitar pukul 01.00 WIB lalu, membuat akses warga terputus.

Selain akses masyarakat di dua desa yang memanfaatkan jembatan yang dibangun melalui APBD Provinsi Kalbar 2018 itu menjadi terputus, juga menyulitkan masyarakat disana memanfaatkan transportasi sungai itu, lantaran puing-puing jembatan belum diangkat.

Masyarakat disana berharap puing-puing jembatan segera diangkat, sehingga transportasi sungai berjalan normal kembali.

Mendengar ambruk jembatan gantung itu, Bupati Melawi, Panji, langsung meninjau dan merespon cepat keluhan warga terkait ambruknya jembatan gantung itu sebagai alat penghubung antar desa.

Dalam kunjungan peninjauan tersebut, Bupati Panji, yang juga didampingi Camat Tanah Pinoh, Endang Yeferson dan Budiman, Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Budiman, Kamis (21/11).

Saat peninjauan itu Bupati mengintruksikan kepada Camat Tanah Pinoh beserta jajaran dan dua kepala desa yang terdampak ambruk jembatan untuk segera menggelar rapat, agar puing-puing jembatan secepatnya diangkat untuk melancarkan transportasi air dan rencana penanganan ulang pembangunan jembatan gantung. Sebab, jembatan dan sungai itu merupakan kebutuhan warga yang sangat vital, karena setiap harinya dilalui oleh masyarakat.

Dikatakan bupati, bila dibiarkan puing jembatan itu terus membentang di sungai, maka akan berbahaya kepada masyarakat yang menggunakan transportasi sungai tersebut.

“Untuk penanganan awal, mengangkat material jembatan dulu, agar transportasi sungai bisa dilewati masyarakat, dengan lancar,” ujar bupati.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi BPBD Melawi, Budiman berharap, pengangkatan puing jembatan segera dilakukan untuk melancarkan masyarakat menggunakan transportasi Sungai Cina itu dan segera dibangun jembatan gantung permanen secepatnya.

Budi mengungkapkan, tak berfungsinya jembatan itu, tentu akan menyulitkan terhadap kelancaran transportasi masyarakat sekitar. Bahkan anak-anak sekolah akan kesulitan ketika menuju Sekolahnya.

Kasi Rehabilitasi BPBD Melawi, Budiman
Budiman menuturkan, untuk pembangunan jembatan gantung itu kembali, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi Kalbar untuk penanganan dan meminta sesegara mungkin membangun jembatan yang ambruk itu.

Ia menambahkan, bila pembangunan jembatan gantung itu nanti, perlu menata ulang konstruksi dan posisi jembatan.