Yessy Minta Jangan Lagi Ada Kriminalisasi Petani Tradisional

oleh
Anggota DPR RI, Yessy Melania

MELAWINEWS.COM, Melawi – Kasus Enam Petani Tradisional Sintang yang harus menghadapi proses hukum karena kasus Karhutla memunculkan sejumlah perhatian sejumlah pihak. Anggota Komisi IV DPR RI yang juga berasal dari Dapil Kalbar 2, Yessy Melania menilai kasus seperti ini berdampak pada makin suramnya masa depan petani tradisional.

“Kontroversi UU tentang Perlindungan & Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menuai polemik sangat berdampak bagi masa depan petani tradisional yang kian suram,” katanya dalam rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kemarin.

Yessy dalam rapat tersebut mengatakan enam petani tradisional yang ditangkap dan sedang menjalani proses hukum pada pengadilan negeri sintang adalah salah satu fenomena yang miris dan tidak boleh terjadi lagi.

Ia pun mendorong Pemerintah ( Eksekutif) dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup untuk merevisi kembali UU tersebut agar secara substansif memberikan perlindungan hukum yang jelas kepada Petani Tradisional yang punya hak kelola lahan secara kearifan lokal.

Senada dengan usulan tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam rapat kerja dengan DPR RI komisi IV merespons dengan baik dan mencatat usulan itu, menerima dengan baik dan memperhatikan sungguh sungguh bahwasanya tidak pas jika harus menyalahkan petani tradisional.

“Ini saran yang sangat baik. Ini juga sudah ada dalam pemikiran. Kita sudah memperhatikan pasal membuka lahan bagi petani tradisional. Saya setuju, dan saya termasuk yang merasa tidak pas kalau menyalahkan petani tradisional. Hanya saja, benar sekali harus ada penegasan bagaimana lokalitas situasi, seperti boleh saja (membakar) tapi tidak ditengah puncak musim kering. Ini sedang kita rumuskan,” kata Siti Nurbaya.