Guru Harus Diperjuangkan Kesejahteraannya

oleh
Ribuan guru yang mengikuti Seminar Pendidikan dalam rangka HUT PGRI

MELAWINEWS.COM, Melawi – Seribuan guru di Melawi mengikuti Seminar Pendidikan yang diselenggarakan PGRI Melawi dalma rangka HUT PGRI ke 73. Seminar Pendidikan yang digelar PGRI Melawi mengangkat tema Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul.

Ketua PGRI Melawi, Suryansyah mengungkapkan, panitia awalnya hanya menargetkan 900 peserta dalam seminar ini.

“Ternyata yang terdaftar hingga pagi ini sudah mencapai seribuan guru dari seluruh kecamatan,” katanya.

Seminar ini, kata Suryansyah diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru untuk mencetak generasi unggul di Melawi. Selain seminar Pendidikan, PGRI Melawi juga menggelar sejumlah kegiatan seperti Porseni Guru.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji menilai PGRI harus lebih memaksimalkan perannya. Menurutnya sebagai organisasi profesi, PGRI sudah melakukan berbagai perjuangan, hanya belum mendapatkan kekompakan dari guru yang ada.

“Hak dan kewajiban guru ini sudah diatur negara dan undang-undang. Ini yang harus dibunyikan PGRI ke pemerintah karena segala regulasi dan administrasi tadi menjadi urusan pemerintah pusat dan provinsi,” katanya.

Untuk kesejahteraan pegawai, termasuk guru di Melawi, Panji mengakui dirinya sudah ikut memperhatikan. Diawal menjabat, ia telah menaikkan tunjangan kesejahteraan pegawai kurang lebih 100 persen.

“Silahkan saja cek Kespeg se Kalbar. Kespeg tertinggi pasti di Melawi,” katanya.

Perhatian pada guru, menurut Panji menjadi hal yang penting, karena guru adalah agen perubahan. Perubahan sikap generasi saat ini, sangat tergantung dengan guru. Ia pun mengatakan, dirinya bisa menjadi seperti ini, karena tangan-tangan dingin guru serta IQ guru yang telah mendidiknya.

“Pembangunan apapun dinegeri ini, tanpa manusia yang bersumber daya, tak akan mampu kita bersaing dengan dunia. Yang membangun SDM adalah guru melalui Pendidikan karakter generasi penerus,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Kalbar, Samion mengatakan Guru saat ini sekarang harus diperjuangkan kesejahteraannya. Berikan hak guru agar semakin kreatif dan inovatif. Jangan hanya dituntut mengurus administrasi saja.

Samion mengatakan guru saat ini kerap terkendala dalam rumitnya administrasi untuk mendapatkan hak-haknya seperti tunjangan profesi guru serta berbagai tunjangan lainnya. Belum lagi kewajiban guru yang harus membuat karya tulis ilmiah bila ingin naik pangkat.

“Kita sarankan ke pemerintah agar bagaimana guru bisa dipermudah dalam mencairkan tunjangan sertifikasi. Sekarang mau pencairan tunjangan, harus fotocopy ini, fotocopy itu. Belum lagi mesti urus pemberkasan ini itu,” katanya.