Tidak Ikut Diklat Penguatan, Kepsek Tak Bisa Tanda Tangan Dokumen Sekolah

oleh
Sejumlah kepsek dari Melawi mengikuti dilkat penguatan kepsek di Pontianak

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pemerintah Kabupaten Melawi akan menyiapkan Kepala Sekolah (kepsek) yang kompeten dan mampu berpikir visioner dalam memimpin dan mengelola sekolahnya.

Oleh Karena Itu kepsek mempunyai kewajiban memimpin, membangun tata kelola dan budaya mutu di sekolah, sehingga berdaya saing tinggi dan berkualitas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, H. Joko Wahyono mengatakan, Pemkab Melawi melalui Disdikbud berupaya meningkatkan mutu pendidikan tahun 2020. Bagi kepsek yang tidak mengikuti diklat dan tidak memiliki sertifikat pendidikan yang diamanatkan Permendikbud No 6/2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, berdampak ke penghapusan tunjangan kepsek dan lainnya. Bahkan, raport siswa yang ditandatangani oleh kepsek tidak bersertifikat akan tidak diakui keabsahannya dan tidak bisa menandatangani dokumen keuangan sekolah.

Joko mengungkapkan, hasil yang diharapkan pada akhir diklat penguatan kesek adalah, meningkatnya kompetensi kepsek sesuai tuntutan beban kerja kepsek yang diatur dalam PP nomor 19 tahun 2017 tentang Guru dan penilaian kinerja yang diatur dalam Permendikbud No 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Lebih lanjut dikatakan Joko, indikator keberhasilan diklat ini peserta mampu menjelaskan pengelolaan kurikulum, PTK, siswa, sarpras, keuangan, mensimulasikan evaluasi diri sekolah, pengembangan RKS/RKAS, mensimulasikan supervisi dan penilaian kinerja guru, penerapan kepemimpinan perubahan, pengembangan kewirausahaan, dan menyusun program pengembangan sekolah berbasis 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

“Tahun 2020, target pelaksanaan diklat kepsek di Melawi untuk jenjang SD 40 orang dan jenjang SMA 40 orang. Sedangkan untuk tahun 2021 untuk jenjang SD 40 orang dan jenjang SMA 40 orang. Jenjang TK/PAUD 40 orang, pengawas SD dan SMP 20 orang. Tahun 2022 target jenjang SD 40 orang, dan jenjang SMA 40 orang,” papar Joko.

Joko mengingatkan, kegiatan Diklat Penguatan kepsek ini jangan dipandang sebelah mata, karena merupakan implementasi amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, dan merupakan persyaratan untuk menduduki jabatan sebagai kepsek.

“Kegiatan ini memberikan penguatan dan memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan. Selain itu tujuan lainnya agar para kepsek mempunyai kompetensi dalam menjalankan tugas, peran dan fungsinya demi meningkatkan mutu pendidikan,” kata Joko..

Menurutnya, kedepan kepsek dalam perannya sebagai supervisor harus mampu berperan sebagai pemimpin instruksional dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran abad 21 sesuai dengan konsep pendekatan keterampilan berpikir.

“Pemkab Melawi akan melaksanakan evaluasi dan Assesment Setiap Satu Periode Kepemimpinan Kepala Sekolah guna kesinambungan jabatan kepsek.