Tambahan Bangunan Pasar Markasan Ditarget Selesai Desember

oleh
Pasar Markasan mendapat tambahan dua bangunan baru yang ditargetkan bisa menampung semua pedagang

MELAWINEWS.COM, Melawi – Renovasi Pasar tradisional Markasan yang dilakukan tahun lalu ternyata masih tak mampu menampung pedagang yang ada. Karena itulah Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskumdag) Melawi pada 2019 ini membangun dua lokal pasar tambahan agar pedagang bisa terakomodir dalam pasar.

Kepala Diskumdag Melawi, Ramdha Suhaimi ditemui di ruang kerjanya, mengatakan pembangunan pasar tambahan ini menjadi satu solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada saat sekarang.

“Kemarin tiga bangunan pasar yang sudah dibangun, ternyata masih banyak pedagang yang belum terakomodir dengan meja yang ada. Dengan adanya dua bangunan baru pedagang yang belum terakomodir dapat masuk dan lebih tertib,” terangnya.

Ramdha mengatakan pasar tambahan yang baru diperuntukkan untuk pedagang sayur dan daging. Saat ini, Diskumdag memang baru menertibkan pedagang daging dan ikan karena jumlah lapak yang tersedia sudah mencukupi pedagang yang ada.

“Sedangkan nanti di bangunan baru ada total 108 meja. Kalau saya hitung bisa menampung pedagang yang belum tertampung,” jelasnya.

Dua bangunan pasar baru, terang Ramdha dibangun dengan dana masing-masing Rp 1,2 miliar. Pembangunan pasar bersumber dari dana DAK. Pasar itupun ditarget selesai pada Desember tahun ini. Pasar itupun diharapkan bisa menampung pedagang sayur yang saat ini masih banyak berjualan di badan jalan Markasan.

“Nah, permasalahan di pasar ada pedagang musiman yang tidak tiap hari berjualan. Biasa hanya berjualan hari Jumat atau Minggu, atau hanya datang musim musim tertentu. Untuk mengakomodir mereka bisa jadi nanti disiapkan tempat khusus,” ujarnya.

Soal penurunan omset yang sempat menjadi keengganan pedagang menempati lapak pasar baru, Ramdha menjelaskan memang kebanyakan pedagang tradisional beranggapan tempat menentukan rezeki.

“Ini ada benar ada juga salahnya . Kalau ada orang yang tidak tertib misalnya menutupi jalan masuk maka tentu akan mengganggu pedagang diatas. Makanya nanti saya maunya semua tertib. Harus berjalan di dalam pasar sehingga tak memunculkan kecemburuan yang lain,” jelasnya.