Operasi Zebra Kapuas 2019 Berakhir, Polres Melawi Tindak 1.685 Pelanggar

oleh
Pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2019 dikawasan Tugu Perjuangan Kota Nanga Pinoh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Operasi Zebra Kapuas 2019 telah usai di gelar di wilayah hukum Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana didampingi Brigadir Heru Susanto dan Bripka Arbain
Satlantas Polres Melawi beserta seluruh jajaran selama 14 hari, sejak tanggal 23 Oktober sampai 05 November 2019 telah menjalankan Operasi Zebra Kapuas tersebut, yang bertujuan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana, saat press release di Kantor Satlantas Polres Melawi di Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Kota Baru, Kota Nanga Pinoh, Rabu (6/11) siang menuturkan, selama Operasi Zebra Kapuas 2019, Satlantas Polres Melawi berhasil melakukan penindakan pelanggar sebanyak 1.538 tilang dan 147 teguran. Sehingga, total yang ditindak oleh Satlantas Polres Melawi mencapai 1.685 pelanggaran.

“Jumlah penindakan pelanggar tahun ini naik 5,2 persen dibandingkan dengan Operasi Zebra tahun 2018 lalu, yang mana tahun ini berhasil melakukan penindakan sebanyak 1.538 tilang, yang lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu,” ucap Aang, didampingi Brigadir Heru Susanto dan Bripka Arbain.

Lebih lanjut disampaikan Aang, dalam kegiatan operasi ini, pelanggaran didominasi oleh sepeda motor. Yakni, tidak menggunakan helm SNI sebanyak 573 pelanggar. Jenis pelanggaran lainnya adalah pengendara tidak melenggkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK 528 pelanggar.

“Kemudian berkendara di bawah umur 252 pelanggar, melawan arus 178 pelanggar dan tak pakai sabuk keselamatan (Safety Belt) 98 pelanggar serta berbagai jenis pelanggaran lainnya mencapai 106 pelanggar,” tutur Aang.

Aang mengungkapkan, saat operasi ini, pihaknya menyita 331 SIM dan 915 STNK.

Sedangkan pelaku pelanggaran sebagian besar berusia 16-35 tahun, meliputi karyawan swasta 732 orang, pelajar 474 orang, PNS 144 orang dan berbagai elemen masyarakat lainnya mencapai 188 orang.

Meski begitu, Aang mengaku sedih, karena saat operasi ini berlangsung, terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal menyebabkan satu orang korban meninggal dunia.

Sementara itu, pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh mobil penumpang sebanyak 74 pelanggar dan mobil barang 33 pelanggar.

Dikatakan Aang, Operasi Zebra Kapuas 2019 ini, pihaknya juga melaksanakan kegiatan sidang di tempat melalui proses e-tilang dan membayar ke bank.

Dengan penyelenggaraan Operasi Zebra Kapuas, Aang berharap kesadaran masyarakat terhadap aturan berkendara semakin meningkat. Sehingga, mengurangi potensi bahaya yang dapat diakibatkan oleh pelanggaran tersebut. 

Ia mengimbau, agar masyarakat, terlebih di malam hari dalam berkendara tidak membiasakan enggan mengenakan helm, demi keselamatan. “Surat-surat juga wajib dilengkapi,’’ imbau Aang.

Selain itu, Aang juga mengimbau kepada masyarakat, apabila terjadi traksaksi jual beli kendaraan, agar terlebih dulu di cek kelengkapan surat-surat kendaraan atau di cek melalui Samsat.

Dikesempatan itu, Aang mengucapkan terimakasih kepada mitra kerja institusi dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas di Melawi.

“Kita berharap budaya tertib berlalu lintas tetap dijaga di wilayah Kabupaten Melawi, sehingga tercipta keamanan dan keselamatan berlalulintas,” tuntas Aang.