Mahasiswa STKIP Melawi Ditemukan Meninggal di Kos-kosan

oleh
Jenazah korban saat diperiksa di RSUD Melawi

MELAWINEWS.COM,NANGA PINOH-Warga di sekitar kampus STKIP Melawi, kawasan Dusun Sepan Batu, Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh, heboh pada Kamis (31/10) pagi, menyusul ditemukannya sesosok mayat di kos-kosan.

Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut diketahui bernama Bayu Ananda Setiawan (20) warga Kota Baru. Dia merupakan mahasiswa STKIP Melawi semester 5 jurusan Penjaskes.

Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin, melalui Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu Markus mengungkapkan, pada hari Kamis tanggal 31 Oktober sekitar pukul 06.00 WIB, Bambang Irawanto, salah satu saksi tiba dari Pontianak untuk mengecek kos-kosan yang akan disewanya. Kebetulan lokasinya bersebelahan dengan kamar korban.

“Setelah mengecek kamar yang akan ditempatnya sekitar pukul 06.30 WIB, dia mengetok pintu kamar milik korban karena pintu dalam keadaan tertutup. Namun setelah diketok beberapa kali tidak dibuka. Akirnya korban mencoba mendorong pintu kamar yang ternyata tidak dikunci,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, setelah masuk dia mendapati korban dalam posisi telungkup dengan kepala dialas tas warna hitam. Lalu saksi berusaha menggoyang-goyang korban dengan maksud untuk membangunkannya,namun korban tidak bangun juga.

“Setelah diamati disekitar tubuh korban akhirnya saksi mendapati berapa semut ada pada tangan korban. Dia kebetulan adalah orang kesehatan menyimpulkan, bahwa korban telah meninggal dunia. Kemudian dia memberitahu kepada tetangga sebelah bahwa penghuni kos telah meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu ucapan duka disampaikan oleh civitas akademi STKIP Melawi, Septian Peterianus menyampaikan, korban dikenal sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan akademik. “Civitas Akademika STKIP Melawi merasa sangat kehilangan,” katanya.

Tidak Ada Kekerasan

Untuk sementara tidak ditemukan akibat kekerasan ataupun luka akibat benda tumpul lainnya dan dokter menyatakan korban meninggal karena menahan rasa sakit sehingga keluar bercak darah dari mulutnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut pihak keluarga bapak SOKRI, A.Ma menyatakan menerima musibah tersebut dan membuat pernyataan menolak dilakukan OTOPSI.