Pilkades Serentak Bakal Digelar April Tahun Depan

oleh
Junaidi

MELAWINEWS.COM MELAWI – Akan ada 111 desa tersebar di sebelas kecamatan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun depan. Anggaran sebesar Rp 4,5 Miliar sudah diusulkan untuk menggelar Pilkades dan masuk dalam KUA PPAS APBD 2020.

“Alokasi anggaran Pilkades ini meliputi seluruh tahapan, mulai dari operasional Pilkades di TPS, petugas keamanan, logistik, baleho untuk calon kades di tiap desa, baleho imbauan dari Bupati untuk mensukseskan Pilkades di desa dan di kabupaten,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Melawi, Junaidi, ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Soal tahapan Pilkades, Junaidi mengungkapkan pelaksanaan sudah dimulai sejak Januari 2020. Mulai dari pembentukan panitia Pilkades, pendaftaran calon kades yang direncanakan pada Maret 2020 serta proses hari H pungut hitung.

“Rencananya Pilkades akan digelar pada 20 April 2020. Ini sesuai permintaan bupati agar Pilkades digelar lima bulan lebih awal dari Pilkada Melawi,” terangnya.

Dikatakan Junaidi, pelaksanan Pilkades ditanggung melalui APBD Melawi. Karenanya panitia Pilkades dilarang untuk meminta uang atau memungut dana dari calon kepala desa. Dalam Pilkades, desa juga diperbolehkan menganggarkan dana melalui Alokasi Dana Desa (ADD), namun hanya untuk item kegiatan yang belum dianggarkan oleh Pemkab Melawi.

“Misalnya untuk membeli baju bagi panitia, atau mengadakan bilik serta kotak suara saja. Kalau yang lain-lain itu sudah ditanggung semua lewat APBD, baik honor panitia, logistik seperti surat suara hingga baleho dan lain lain,” jelasnya.

Secara total, ada 410 TPS dalam 111 desa yang akan menggelar Pilkades di 11 kecamatan. Rinciannya Di Kecamatan Belimbing ada 9 desa, belimbing hulu ada dua desa, Ella hilir 16 desa, Menukung 15 desa, Nanga Pinoh 14 desa, Pinoh Selatan 12 desa, Pinoh Utara 16 desa, Sayan 11 desa, Tanah Pinoh dua desa , Sokan 8 desa serta, Kecamatan Tanah Pinoh Barat sebanyak enam desa.

“Calon kepala desa diatur syarat maksimalnya 60 tahun. Dan setiap desa maksimal ada lima calon kepala desa. Jika pendaftaran balon kepala desa melebihi lima calon maka akan dilakukan seleksi oleh DPMD untuk memilih lima terbaik,” papar Junaidi.