Kepsek dan Bendahara Wajib Memahami Penyusunan RKAS Berbasis Aplikasi e-BOS Plus

oleh
Kepala Disdikbud Mekawi, H. Joko Wahyono, saat membuka sosialisasi penyusunan RKAS berbasis aplikasi e-BOS Plus kepada kepsek dan bendahara SD dan SMP di aula Disdikbud Melawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah melaksanakan sosialisasi sistem pengelolaan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis aplikasi e-BOS Plus kepada seluruh kepala sekolah (kepsek) dan bendahara BOS SD dan SMP di lingkup Pemkab Melawi.

Kepala Disdikbud Melawi, H. Joko Wahyono mengatakan, sosialisasi penyusunan RKAS berbasis aplikasi e-BOS Plus ini dilaksanakan sejak tanggal 9 – 20 September 2019 yang dibagi dalam 4 gelombang.

Pelaksanaan sosialisasi dengan masing-masing gelombang selama 2 hari bertempat Aula Disdikbud Melawi ini menghadirkan nara sumber dari Tim Managemen BOS Kabupaten Melawi.

Joko menerangkan, RKAS tersedia dalam bentuk aplikasi merupakan sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan serta pertanggungjawaban dana BOS di jenjang SD dan SMP.

Lebih lanjut disampaikan Joko, penyusunan RKAS berbasis aplikasi e-BOS Plus adalah untuk membuat pengelolaan dana satuan pendidikan menjadi transparan dan akuntabel. “Pengelolaan dana satuan pendidikan yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu upaya dalam mencapai pendidikan yang bermutu,” ujar Joko, Selasa (1/10). 

Kepsek dan bendahara BOS SD dan SMP lingkup Pemkab Melawi mengikuti sosialisasi
Selama ini, kata Joko, dalam menyusun RKAS dan pelaporan dana BOS, sekolah yang dibantu dengan aplikasi e-BOS, masih mengalami kendala dan kesulitan pada pencatatan asset yang dibeli dari dana BOS. Hal ini berimbas terlambatnya pencatatan asset di Disdikbud Melawi yang berpengaruh terhadap penilaian laporan keuangan Pemkab Melawi.

“Aplikasi e-BOS Plus yang tujuan utamanya adalah untuk memudahkan sekolah mencatatkan asset yang dibeli dari dana BOS. Selain itu dalam rangka penertiban, sampai penganggaran sekolah supaya terarah dan rapih. Aplikasi ini dapat dikerjakan oleh bendahara sekolah baik secara online maupun offline,” tuturnya.

Menurut Joko, setelah sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan uji coba terhadap 46 sekolah baik SD dan SMP diharapkan selesai pada minggu pertama bulan Oktober 2019 sebagai target jangka pendek, sedangkan target jangka menengah sampai Desember 2019 diharapkan semua SD dan SMP yang menerima dana BOS telah menggunakan aplikasi e-BOS Plus, sehingga semua asset dapat dicatat dengan baik oleh sekolah dan Disdikbud Melawi.

Joko berharap, melalui sosialisasi ini, kepala sekolah dan bendahara dapat memahami betul penyusunan RKAS berbasis aplikasi e-BOS Plus, agar di dalam proses pelaksanaannya tidak ada lagi kendala.

Kemudian, tambah Joko, secepatnya menyerahkan program tersebut ke Disdikbud Melawi, sehingga kedepan Disdikbud dapat tepat waktu menyampaikan laporan keuangan.