Rapat Pleno Golkar, Tiga Nama Diusulkan Jadi Wakil Ketua DPRD Melawi

oleh
Rapat pleno dipimpin Ketua DPD II Golkar Melawi, Abang Tajudin

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – DPD II Partai Golkar Melawi menggelar rapat pleno pemilihan dan penetapan bakal calon Wakil Ketua DPRD Melawi periode 2019-2024.

Rapat pleno tersebut, berkaitan dengan Partai Golkar yang berhasil meraih 4 kursi di DPRD Melawi pada Pemilu serentak 2019 dan berhak menjadi unsur pimpinan DPRD Melawi sebagai wakil ketua.

Agenda yang dilanjutkan dengan menetapkan usulan nama bakal calon Wakil Ketua DPRD Melawi ini berlangsung disalah satu hotel Kota Nanga Pinoh, Sabtu (7/9) siang.

Rapat dipimpin Ketua DPD II Partai Golkar Melawi, Abang Tajudin, dan dihadiri unsur pimpinan DPD I Partai Golkar Propinsi Kalbar, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi, Wahyu Asmidi, Wakil Sekretaris, Edy Purwanto dan Wakil Ketua Bapilu Dapil 7, Usmadi serta Pengurus Harian DPD II Partai Golkar Melawi.

Ketua DPD II Partai Golkar Melawi, Abang Tajudin menjelaskan, rapat pleno berjalan secara musyawarah mufakat dan mengikuti semua mekanisme peraturan organisasi partai untuk menghasilkan tiga nama usulan bakal calon Wakil Ketua DPRD Melawi dari Partai Golkar, kemudian diserahkan ke DPP melalui DPD I untuk disahkan atau diputuskan menjadi satu nama.

Dari 4 kursi di DPRD Melawi, tiga nama yang diusul sebagai bakal calon Wakil Ketua DPRD Melawi, yakni Abang Ahmaddin yang menjabat Ketua Harian, Taufik menjabat Sekretaris dan Oktavianus sebagai Bendahara di kepengurusan DPD II Partai Golkar Melawi. Sementara Saparni, tidak ikut serta dalam perebutan kursi wakil ketua itu.

“Rapat Pleno sudah memperhatikan persyaratan-persyaratan yang telah disiapkan, jadi bukan hanya persoalan raihan suara terbanyak, tetapi ada beberapa poin persyaratan dan ketentuannya,” kata Tajudin.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar Provinsi Kalbar, Wahyu Asmidi mengapresisi Golkar Melawi, karena sangat fair terhadap pemilihan dan penetapan usulan tiga nama tersebut, dengan musyawarah untuk mufakat.

Dia menjelaskan, tiga nama yang sudah ditetapkan akan diserahkan ke DPP melalui DPD I. “Jadi yang memutuskan dari tiga nama menjadi satu nama nanti adalah DPP melalui indeks kriteria persyaratan peraturan organisasi partai,” kata Wahyu.

Ia menegaskan, dalam rapat pleno pihak DPD I hanya sebatas menghadiri sebagai bentuk hubungan hirarki antara DPD I dan DPD II. “Kami tak bisa intervensi, karena rapat pleno ini domain kabupaten. Jadi nanti berkas bakal calon kami serahkan ke DPP, maka DPP lah yang memutuskan satu nama,” ujarnya.

Perlu diketahui kata Dia, penyerahan berkas calon ke DPP dengan pendampingan DPD 1, maka pihaknya tidak bisa mempengaruhi soal siapa yang akan disahkan menjadi Wakil Ketua DPRD Melawi, karena calon sudah didukung atau dilengkapi kriteria persyaratan.

“Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sesuai dengan Hasil Rapimnas 5 Partai Golkar tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan pemilihan dan penetapan pimpinan DPRD, salah satunya calon pimpinan DPRD adalah Pengurus Harian Partai Golkar, pernah menjadi anggota dewan, sarjana dan sejumlah persyaratan lainnya,” jelasnya.