Pedagang Ikan dan Daging Pasar Markasan Ditertibkan, Enggan Tempati Lapak Baru

oleh
Petugas gabungan saat menertibkan pedagang ikan dan daging di pasar Jalan Markasan

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pasar tradisional di Jalan Markasan Kota Nanga Pinoh, Melawi, adalah salah satu pasar tua. 

Sebelumnya bangunan pasar ini sekilas terlihat bangunan kumuh dan tidak beraturan. Kini konsep revitalisasi telah disulap mejadi pasar modern dengan lapak-lapak permanen terbuat dari porselin tersusun rapi yang lebih kokoh.

Sayang, dibalik kokohnya bangunan tersebut, tak sejalan dengan harapan besar pemerintah dan pedagang setempat, sebab sejumlah pedagang, utamanya pedagang ikan dan daging masih enggan menempati lapak yang baru dengan berbagai alasan, lalu berjualan disisi hingga badan Jalan Markasan.

Pantauan media ini, tampak para pedagang sayuran, daging dan ikan di sepanjang pinggir jalan pasar Markasan, masih berjualan. Mereka tak menghiraukan apa yang diinstruksikan pemerintah setempat. Mereka membuat lapak-lapak dikawasan pasar semaunya. Sedangkan sebagian pedagang lainnya memilih berjualan di lapak-lapak yang sudah tersedia.

Menyikapi hal tersebut, Diskukmdag Melawi bersama Satpol PP, Dishub, Polisi dan TNI kembali melakukan sosialisasi dan penertiban kepada pedagang ikan dan daging, agar mereka berjualan dilapak-lapak yang sudah tersedia, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial diantara sesama pedagang di wilayah itu.

Saat penertiban yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskukmdag Melawi, Ramdha Suhaimi itu, terlihat personel gabungan membongkar habis lapak pedagang ikan dan daging disisi Jalan Markasan. Mereka di instruksikan menenpati lapak masing-masing di area yang baru.

Ramdha Suhaimi disela-sela penertiban itu mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan pengundian kepada pedagang untuk menempati lapak yang sudah ada, terkhusus bagi pedagang ikan dan daging, namun sebagian pedagang tidak mau menempati lapak yang baru, memilih berjualan disisi pasar Jalan Markasan. Alasan sebagian pedagang kata Ramdha, berjualan di kios baru tidak laku, makanya mereka memilih berjualan dibawah atau sisi Jalan Markasan.

Dijelaskan, penertiban kali ini hanya untuk pedagang ikan dan daging, selanjutnya akan ditertibkan pedagang sayur sambil menunggu penyelesaian penambahan pembangunan pasar baru, karena pasar yang baru nantinya tersedia sekitar 108 lapak untuk menampung mereka pedagang sayur mayur.

Ramdha mengaku kalau tindakan penertiban yang mereka lakukan demi keadilan hingga tidak timbul cemburu sosial antara pedagang serta memperbaiki arus lalu lintas yang selama ini selalu macet karena lapak pedagang telah memakan bahu jalan. “Dan yang terpenting pemerintah sudah menyiapkan tempat didalam,” ujar Ramdha.

Ramdha berharap, penertiban ini tidak terulang lagi, para pedagang ikan dan daging tetap menempati jatah kios yang sudah dimiliki. Namun apabila masih pindah ke luar, lapak mereka akan diserahkan kepada pedagang ikan atau daging ayam yang belum terakomodir sekitar lima orang.

Ahmad Utun, seorang pedagan daging ayam dilapak yang baru mengungkapkan, karena sebagian pedagang daging ayam masih berjualan diluar dan teramat laris dibanding di lapak didalam, maka jualannya kadang tidak laku. “Daging ayam saya kadang busuk dan buntau pak, soal pembeli ngejar yang diluar,” keluh Dia.

Sementara itu, seorang pedagang daging ikan yang tak bersedia disebut namanya mengungkapkan, ia memilih untuk tidak menempati kios dalam itu, karena menurutnya, selain pembeli memang sepi, juga terlalu jauh membawa dagangannya ke dalam. “Kalau pindah ke dalam, dagangan saya tidak akan laku,” kata Dia.

Buyun, warga Nanga Pinoh saat memantau penertiban itu menilai, bahwa penertiban yang dilakukan tidak akan efektif, sebab petugas dari instansi terkait tidak ada yang ditempatkan di pasar itu. Harusnya kata Dia, petugas setiap pagi ada yang mengontrol para pedagang di pasar.

“Hari ini ditertibkan, besok, lusa atau bulan depan sudah kembali mereka berjualan di sisi jalan, sebab tidak ada petugas yang mengawasi. Kami berharap ada petugas setiap pagi yang mengawasi, sehingga mereka tidak lagi kembali berjualan diluar,” sebutnya.