Panji : Prerogatif Melantik Sekwan Tetap Pada Bupati, Kita Akan Koordinasi Kembali

oleh
Bupati Melawi, Panji

MELAWINEWS.COM, MELAWI -Bupati Melawi, Panji mengakui sudah menerima surat KASN. Ia pun menyatakan sah-sah saja terkait rekomendasi ini. Hanya ia tetap masih menunda pelantikan Sekretaris DPRD karena melihat berbagai dasar peraturan yang ada.

“Artinya hak prerogatif untuk melantik Sekwan ini tetap ada di bupati. Tetapi dengan berkonsultasi ke pimpinan DPRD dengan mengajukan permintaan rekomendasi. Tiga nama kita naikkan,” katanya.

Memang, kata Panji, DPRD sudah memilih langsung pejabat yang akan ditetapkan sebagai Sekretaris DPRD. Atas hal ini, Pemda meminta BKPSDM untuk berkonsultasi ke pusat. Sampai saat ini, proses konsultasi tersebut masih berjalan.

“Hasil konsultasi itu mengatakan, cobalah antara bupati dan DPRD mengkoordinasikan kembali. Ketika diminta mengkoordinasikan kembali, kita lihat waktunya sudah tanggung. Karena yang akan menjadi “user” ini adalah anggota DPRD periode yang akan datang nanti,” ucapnya.

Dikatakan Panji, bila diajukan sekarang, maka yang memberikan rekomendasi tentu dewan yang saat ini berjalan. Sementara pimpinan DPRD saat ini kedepan tak lagi menjabat sebagai pimpinan.

“Nah, coba nanti dikoordinasikan dulu, antara (dewan) yang lama dan baru ini. Saya juga sudah kirim lagi BKPSDM untuk berkoordinasi soal surat KASN. Saya juga sudah jawab surat itu, saya minta BKPSDM menghadap kesana,” katanya.

Panji pun menegaskan bahwa tak ada masalah antara DPRD dan Bupati. Hanya dirinya ingin agar semua dikoordinasikan dengan baik sehingga harapan kedepan Sekretaris DPRD betul-betul bisa menjembatani bupati dengan pimpinan serta anggota DPRD.

“Sehingga terjadi sinkronisasi yang baik, kerjasama yang baik, komunikasi jalan. Itu yang kita harapkan. Tak mau serampangan,” katanya.

Ditambahkan Panji, ia juga melihat tiga pejabat yang diusulkan sebagai Sekretaris DPRD setelah melalui tahapan lelang jabatan memiliki peluang yang sama untuk dilantik olehnya. Termasuk satu nama yang direkomendasikan DPRD.

“Karena DPRD memilih yang ketiga. Tapi yang peringkat satu dan dua juga punya peluang. Bisa saja yang sekarang mendapat rekomendasi yang nantinya dilantik. Tidak ada masalah antara saya dengan pimpinan dewan. Mengapa jadi persoalan, karena merasa ini seakan-akan bukan saya yang menetapkan, tapi dari sana (DPRD),” katanya.