Bupati Jarot Resmikan Gereja Katolik Penyak Lalang

oleh
Acara peresmian Gerja Katolik Penyak Lalang

MELAWINEWS.COM, SINTANG – Bupati Sintang, Jarot Winarno, meresmikan Gedung Gereja Katolik Santo Petrus Stasi Penyak Lalang di Desa Penyak Lalang, Kecamatan Dedai, Sintang, Sabtu (10/8).

Dalam acara peresmian tersebut, Bupati Sintang anyata lain didampingi Wakil Bupati Sintang Askiman, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, Kadis Perhubungan Hatta, Kadisporapar Hendrika, Camat Dedai Subendi, Forkopimcam.

Hadir juga Pastor Kepala Paroki Kelam Dedai Romo Salesius Jeratu, Pr, Kepala Desa Penyak Lalang dan ratusan umat Katolik. Gereja Katolik Stasi Penyak Lalang dibangun selama 9 tahun dengan ukuran 10 x 20 meter dan diperkirakan mampu menampung 200 umat. Gereja dibangun dengan 90 persen swadaya umat setempat.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan, bahwa gereja baru ini harus mampu meningkatkan keimanan kepada Tuhan dan umat disini menjadi garam dan terang dunia.

“Saya mengharapkan peran gereja Katolik dalam membangun ekonomi. Pemkab Sintang ingin mewujudkan masyarakat Sintang yang religius. Kami selalu memberikan anggaran khusus dan besar bagi pengembangan kegiatan keagamaan,” kata Jarot.

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM, Cap menyampaikan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Gereja dan tempat ibadah lainnya menjadi pintu ke surga. Gereja menjadi pertemuan langit dan bumi. Gereja menjadi media pendidikan agama melalui kotbah.

“Saya bangga terbangunnya sebuah gereja tempat ibadat dan mendengar sabda Tuhan. Iman harus dijadikan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Gereja harus memiliki nilai. Saat meresmikan sebuah gereja, saya selalu mengingatkan bahwa gereja jangan hanya sebuah gedung,” ujarnya.

Pastor Paroki Kelam Dedai Romo Salesius Jeratu, Pr menyampaikan bahwa tempat ini memiliki sejarah bagi Keuskupan Sintang karena saat itu misionaris asal eropa yakni sekitar tahun 1948 mengunjungi Penyak Lalang ini.

“Penyak Lalang menjadi pusat pelayanan di Kecamatan Dedai. Gereja ini dibangun diatas bukit dengan luas tanah dua hektar. Gereja lama sudah keropos karena dibangun dengan material kayu. Sehingga harus dibangun gereja baru dengan 90 persen merupakan swadaya umat,” terang Romo Salesius Jeratu, Pr

Rebudin Ketua Panitia Peresmian menyampaikan bahwa proses pembangunan gereja ini dimulai sejak bulan Nopember 2010. “Kami harus menyelesaikan pembangunan selama 9 tahun karena keterbatasan biaya umat disini. Tetapi kami bersyukur akhirnya gereja ini bisa diresmikan. Gereja ini juga sudah kami gunakan untuk tempat ibadah. Namun kami bertekad agar gereja ini harus diberkati,” Rebudin.

Pilianus Ketua Panitia Pembangunan Gereja menyampaikan dusun ini sudah empat kali membangun gereja. Pertama kali umat disini membangun gereja pada tahun 1968. Namun seiring bertambahnya jumlah umat, maka pada tahun 1973, gereja tersebut dirombak lagi. Dan tahun 1987 gereja tersebut kembali dirombak. Dan terakhir tahun 2010 membangun gereja dilokasi yang baru.

Gregorius Akon Kepala Desa Penyak Lalang menyampaikan terima kasih kepada Pemda Sintang yang sudah menghibahkan tanah dua hektar untuk umat Katolik di Dusun Rambon. Listrik PLN sudah mulai bangun tiang menuju Penyak Lalang. “Semoga pengerjaan bisa lancar dan masyarakat bisa menikmati listrik negara,” terang Gregorius Acon.