Sinyal Pilkada Melawi 2020, Dulu Berkawan Kini Melawan?

oleh
Bupati dan Wakil Bupati Melawi, Panji-Dadi Sunarya UY

Oleh : B. Sirait (Pimred MelawiNews)

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Prediksi pecah kongsi antara Bupati Melawi, Panji, dan Wakil Bupati, Dadi Sunarya UY di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Melawi tahun 2020 sepertinya tak terbendung.

Karena itu, aroma pecah kongsi hingga tak mesra lagi antara sang bupati dan wakil bupati kian membahana. Dulu berkawan kini melawan, tak ada kawan dan lawan abadi. Itulah yang terjadi dalam dunia politik.

Meski terbilang masih cukup lama, masyarakat sudah mulai memprediksi dan melihat potensi-potensi dinamika politik yang bakal terjadi ke depan setelah berkaca pada suhu politik lima tahun terakhir, dari yang masih harmonis hingga pecah kongsi akan terjadi.

Walaupun memang sang petahana Bupati Melawi, Panji, yang juga Ketua DPD Partai NasDem Melawi itu belum menyatakan secara resmi akan maju kembali pada Pilkada Melawi 2020, namun biasanya sang petahana akan kembali maju mempertahankan tahta kekuasaan untuk dua periode.

Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya, sebagai Ketua DPD PAN Melawi ini juga memang belum menyatakan apakah maju merebut KB 1 Melawi di Pilkada Melawi 2020 atau tetap satu paket dengan bupati petahana. 

Sebelumnya Dadi Sunarya menyatakan, soal maju atau tidak di Pilkada Melawi 2020, baru akan dipikirkan setelah pulang menjalankan ibadah haji dari tanah suci. Sinyal pecah kongsi antara bupati dan wakil bupati dalam kontestasi Pilkada Melawi 2020 akhir – akhir baru sebatas obrolan kajian di tengah – tengah masyarakat. 

Namun mulai menguak setelah internal DPD PAN Melawi mengumandangkan pada Pilkada Melawi 2020 akan mengusung kader sendiri. Bisa saja yang akan di usung adalah Dadi Sunarya UY, walaupun harus berkoalisi dengan partai lain untuk mencukupi 6 kursi di DPRD Melawi, karena di hasil Pileg 2019, PAN Melawi hanya mendapat 4 kursi. Sementara Partai NasDem memborong kursi terbanyak yakni 6 kursi dari 30 kursi yang tersedia di DPRD Melawi dan cukup untuk mengusung sang petahana Pilkada Melawi 2020.

Menerawang prediksi, bupati dan wakil bupati akan sama – sama maju sebagai calon Bupati Melawi. Artinya, duet PADI waktu Pilkada 2015 lalu, akan berpisah untuk bertarung habis-habisan memperebutkan kursi Melawi 1. 

Lantas bagaimana peluang Dadi Sunarya ini? secara pemerintahan, tentu masih sangat sulit untuk menumbangkan Panji. Sebab, posisi kepemimpinan selama ini didominasi oleh bupati dan berpotensi menggaet koalisi partai gemuk.

Berdasarkan pengamatan yang terjadi di beberapa daerah, pecah kongsi ini bisa terjadi antara lain karena ketidakcocokan dalam pembagian kerja, atau merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan melanggar komitmen bersama saat Pilkada sebelumnya. 

Faktor lain, ada pembagian ‘kue’ yang tidak adil, dimana lebih dominan bupati dari pada wakil bupati. Selain itu memang berambisi kuat untuk menduduki pucuk pimpinan.

Meski begitu, pecah kongsi ini juga memiliki dampak positif dan negatif dari berbagi penilaian kalangan masyarakat.