Septian Target Tingkatkan Akreditasi Kampus

oleh

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Septian Peterianus resmi dilantik sebagai Ketua STKIP Melawi yang baru, periode 2019-2023. Pelantikan yang digelar di Auditorium STKIP Melawi, Kamis (8/8) ini dihadiri sejumlah tamu undangan dari Disdikbud, sekolah hingga Yayasan Melawi Mekar yang menaungi kampus lokal Melawi ini.

Ditemui usai pelantikan, Septian memaparkan beberapa program untuk peningkatan kualitas STKIP Melawi. Diantaranya menargetkan peningkatan akreditasi sejumlah program studi dari C ke B. Menurutnya, pada 2020 ada dua prodi yang bisa mencapai akreditasi B, seperti PGSD dan Penjaskesrek.

“Karena poin untuk mengejar akreditasi B ini sedikit lagi. Saat ini penilaian dua prodi ini sudah mencapai diatas 280. Sementara untuk meraih akreditasi B, minimal mendapat poin 301,” katanya.

Selain akreditasi, Septian juga terus membangun mitra dengan sejumlah pihak, termasuk pemda dan SMA. Menurutnya, hal ini harus dilakukan sebagai bagian untuk menjadikan STKIP Melawi sebagai kampus kebanggaan di Bumi Uranium ini.

“Kami tentunya tak bisa berdiri sendiri. Kami ini perlu mitra. Kedepan kami juga menargetkan menyelesaikan MoU dengan sejumlah SMA di Melawi. Kerjasama ini bagian dari penerimaan mahasiswa baru langsung di sekolah. Ini Inovasi yang coba dibangun kedepan,” paparnya.

Ia berharap adanya dukungan peningkatan kualitas STKIP Melawi sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Melawi dari Pemkab setempat.

“Kami berharap nantinya bisa dibangun MoU dengan Pemkab Melawi melalui Dinas Pendidikan. Karena selama ini belum adanya MoU yang nyata, sehingga untuk implementasinya juga susah. Kita ingin berkolaborasi dengan bermitra bersama Pemda,” katanya.

Badan Pembina Yayasan Melawi Mekar yang menaungi STKIP Melawi, Andi Usman juga berharap jajaran pengurus STKIP yang baru bisa mengembangkan kampus ini menjadi lebih baik kedepannya. Apalagi yayasan juga tak pernah ikut campur tangan dalam manajemen kampus.

“Kebersamaan ini harus terus dibangun. Karena tanpa kebersamaan, kampus ini tidak ada artinya,” katanya.

Andi juga meminta seluruh civitas akademika STKIP untuk bekerja sesuai dengan porsi. Ikuti aturan Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 sebagai acuan dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Peran STKIP ini strategis. Karena lulusannya juga sudah bekerja di berbagai daerah,” katanya.