Jelang Lengser, Anggota DPRD Ini Titip Pesan ke Pemkab Melawi

oleh
Kelanjutan pembangunan Jembatan Melawi 2 tidak tertunda lagi tahun ini

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH –  Masa jabatan Anggota DPRD Melawi periode 2014-2019 akan berakhir pada Bulan September mendatang.

Sejumlah Anggota DPRD Melawi incumbent masih menikmati kursi empuk, tetap melanjutkan tugas. Namun, sebagian lainnya harus rela meninggalkan kursi empuk itu.

Dari 30 Anggota DPRD Melawi, separohnya tidak lagi melanjutkan tugasnya. Salah satunya adalah Pencon, anggota dewan dari PKPI asal Dapil Melawi 3.

Pencon, pada Pileg 2019 memang tidak maju memperebutkan kursi di DPRD Melawi, namun maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Kalbar. Keberuntungan sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalbar pun belum berpihak pada dirinya untuk melanjutkan kerja politiknya.

Kendati demikian, sebagai putera asli Kabupaten Melawi, Pencon menitip pesan pada Pemkab Melawi di akhir masa jabatannya.

Pencon meminta, terkhusus tentang kelanjutan pembangunan Jembatan Melawi 2 yang sudah diwacanakan Pemkab Melawi akan dibangun mulai tahun ini benar-benar dilaksanakan dan sudah mulai teranggarkan di APBD Melawi 2019 yakni dana mobilisasi rangka baja dari Pemerintah Pusat ke Melawi.

Ia meminta agar pemerintah setempat tidak lagi menunda-nunda pembangunan Jembatan Melawi 2 dimulai pada tahun ini pasca dirinya berhenti sebagai anggota dewan, karena merupakan aspirasi masyarakat yang sangat mendesak.

“Umumnya warga di Kabupaten Melawi dan khususnya masyarakat di Kecamatan Pinoh Utara bisa segera menikmati jembatan yang sudah disuarakan Pemkab Melawi, melalui bupati sejak lama. Hanya saja, sampai sekarang belum terealisasi,” kata Pencon, Senin (5/8).

Walaupun memang masih banyak pesan-pesan lain yang mau disampaikan ke Pemkab Melawi, namun pembangunan Jembatan Melawi 2 menjadi prioritas utama pesan dirinya. “Itu saja pesan saya sebelum masa jabatan berakhir,” ujar Incak, biasa di sapa itu.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Melawi 2 harus menjadi skala prioritas dari Pemkab Melawi. Karena akan menjadi satu-satunya akses darat utama penyeberangan menuju Kecamatan Pinoh Utara, sehingga kedepan tidak lagi menggunakan transportasi air.