Desa Kerta Sari Deklarasi Sebagai Desa ODF

oleh
Foto bersama usai kegiatan dekkarasi ODF

MELAWINEWS.COM, SINTANG – Bupati Sintang, Jarot Winarno, mendeklarasikan Desa Kerta Sari, Kecamatan Ketungau Tengah, Sintang, sebagai Desa ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarangan, di halaman Kantor Desa Kerta Sari, Sabtu (3/8/19).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sintang Jarot Winarno menilai deklarasi ODF ini penting karena apa yang di lakukan saat ini akan di nikmati dampaknya beberapa tahun kedepan terutama bagi anak-anak di Desa Kerta Sari, terlebih pada tahun 2045 mendatang tepat satu abad Indonesia merdeka, dimana ada visi besar Bangsa Indonesia yang di sebut Indonesia Emas. Pada saat itu Indonesia di prediksi akan menjadi 3 besar bangsa terbesar di dunia.

Untuk itulah Jarot sangat memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Puskesmas Ketungau Tengah, Nusantara Sehat, para guru dan Kades serta perangkat Desa Kerta Sari atas kegigihannya memperjuangan ODF untuk masyarakat di desa ini.

Jarot pun menjelaskan penyebab stunting atau katai ini bermacam-macam, yang paling utama penyumbang stunting itu sekitar 42% adalah masalah kesehatan lingkungan. Misalnya kalau kita buang air besar sembarangan, trus lalat itu menggrogoti kotoran itu, lalu lalat tersebut terbang kemana mana kemudian menempel di makanan yang di makan anak-anak kita.

Jarot meminta dengan telah di deklarasikannya ODF ini, masyarakat Desa Kerta Sari semakin sehat dan maju, kedepannya ini harus di pertahankan terus, jangan sampai hanya selesai pada deklarasi ini saja.

Kadis Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menyampaikan bahwa Desa Kerta Sari ini menjadi desa kedua setelah Desa Sungai Areh di jalur Sungai Ketungau  yang telah mendeklarasikan ODF atau baru Kecamatan Ketungau Tengah saja yang sudah ada desa ODF di wilayah Ketungau, dan Desa Kerta Sari ini desa ke-35 dari 391 desa di Kabupaten Sintang yang telah mendeklarasikan ODF.

“Mudah-mudahan desa di seluruh jalur Sungai Ketungau ini bisa mendeklarasikan ODF, kami mengucapkan terima kasih kepada perangkat desa kerta sari, tim nusantara sehat,teman-teman dari puskesmas ketungau tengah yang sudah mengsukseskan desa ODF ini,”ucap Sinto.

Untuk itu Sinto meminta kepada kepala Desa Kerta Sari untuk di menindak lanjuti deklarasi ODF ini melalui peraturan desa atau perdes, karena saat ini juga kita sedang mempersiapkan peraturan bupati untuk stop buang air besar sembarangan, kemudian nanti akan di turunkan jadi peraturan di desa.

“Intinya dengan deklarasi ODF di kerta sari ini, makan ini akan membantu menurunkan angka stunting di desa ini dan juga untuk kabupaten sintang umumnya”jelas Sinto.

Sementara itu Kepala Desa Kerta Sari Eswadi mengatakan berdasarkan hasil laporan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dari hasil pendataan keluarga sehat, program Indonesia Sehat, pendekatan keluarga PISPK pada tanggal 15 Mei 2018 masih terdapat 3,7% Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki jamban sehat.