Gelar Pilkada Tahun Depan, KPU Melawi Usulkan Anggaran Segini

oleh
Ketua KPU, Dedi Suparjo

MELAWINEWS.COM, MELAWI – PILKADA 2020 menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat untuk memilih bupati dan wakil bupati Melawi mendatang. KPU Melawi pun sudah mengusulkan anggaran untuk menggelar Pilkada kepada Pemkab Melawi.

Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo ditemui, Rabu (31/7) menerangkan usulan anggaran Pilkada yakni sebesar Rp 31,4 miliar.

“Anggaran tersebut digunakan untuk seluruh tahapan. Mulai dari persiapan dan pelaksanaan, pembentukan badan adhoc dari PPK sampai KPPS, honorarium penyelenggara pemilu, pengadaan logistik, hingga fasilitasi kampanye pasangan calon (Paslon) nantinya,” ujarnya.

Anggaran pilkada 2020 sendiri melonjak tinggi dibandingkan 2015 lalu. Dedi mengungkapkan alasan kenaikan anggaran Pilkada dibandingkan dengan Pilbup lima tahun lalu. Salah satunya adalah terkait regulasi untuk logistik yang seluruhnya akan dilakukan pengadaan baru.

“Untuk Pilkada 2020 semuanya harus dilakukan pengadaan. Karena logistik pemilu serentak yang lalu, logistiknya tak bisa digunakan karena dianggap barang habis pakai. Termasuk kotak dan bilik,” ujarnya.

Dedi menerangkan, pada 2015 lalu kotak suara dan bilik masih menggunakan logistik pada pemilu sebelumnya yang berbahan aluminium. Namun, saat ini kotak suara dan bilik harus memakai bahan kardus yang juga harus diadakan kembali untuk logistik Pilkada 2020.

“Selain itu, juga ada usulan penambahan honorarium, untuk jajaran di PPK, PPS maupun KPPS. Karena bagaimanapun mereka ada ujung tombak pelaksanaan pemilu di lapangan,” katanya.

Dana Pilkada ini juga, kata Dedi digunakan untuk pemutakhiran data pemilih serta honor petugas pemutakhiran serta penyelenggaraan sosialisasi serta bimbingan teknis. Ia menegaskan usulan yang dibuat sudah dibuat sedetail dan se riil mungkin.

“Harapan kita tentunya, Pemda bisa mengkaji dan menerima usulan tersebut. Pembahasan anggaran harus dilakukan tahun ini karena dana pilkada ini seharusnya juga sudah mulai cair tahun ini mengingat dalam rencana tahapan Pilkada 2020 sudah akan dimulai sejak November tahun ini,” jelasnya.

Dikatakan Dedi, sejauh ini belum ada rapat atau pertemuan dengan Pemkab Melawi terkait usulan anggaran Pilkada tersebut. Namun, bila terjadi rasionalisasi anggaran, ia berharap nilai yang disetujui Pemkab tak terlalu jauh dari usulan awal KPU.

“Kita menghitung kebutuhan pilkada dengan jumlah TPS sebanyak 550 TPS. Ini juga bagian dari upaya kita mengefisiensi anggaran. Mengapa tak sama dengan Pemilu Serentak lalu yang sampai 707 TPS, karena hitung-hitungan kita, dalam satu TPS bisa sampai 800 an pemilih,” jelasnya.