27 Calon Paskibraka Melawi Masuki Masa Karantina

oleh
Sekda Ivo Memasang tanda peserta pada calon paskibraka yang akan mengikuti Diklat

MELAWINEWS.COM, MELAWI – 27 Pelajar Melawi memulai tahapan pendidikan dan latihan (Diklat) Paskibraka, hingga 20 hari kedepan. Para calon paskibra ini dilatih secara fisik dan mental agar siap bertugas dalam mengibarkan bendera di momen Peringatan Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus.

Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono membuka langsung diklat yang dipusatkan di Wisma Emaus, Senin (29/7). Turut hadir sejumlah kepala SKPD, Wakapolres Melawi, Kompol Jajang hingga para pelatih, panitia, serta Purna Paskibra Indonesia (PPI).

“Adik-adik ini adalah putra-putri terbaik Melawi yang telah dinyatakan lulus seleksi dengan berbagai proses dan tahapan yang harus dilalui. Hari ini akan memulai tahapan pendidikan dan latihan sebagai pasukan pengibar bendera merah putih pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74,” ujar Sekda.

Ivo melanjutkan, terpilihnya 27 pelajar ini harusnya menjadi kebanggaan dan kehormatan diri pribadi, sekolah serta juga bagi orang tua. Selain itu pula, pelajar yang terpilih dari ratusan peserta seleksi juga menunjukkan bahwa mereka punya kemampuan dan memenuhi syarat untuk menjadi anggota Paskibraka.

“Dan ini harus dibuktikan kalian semua selama mengikuti pendidikan dan latihan,” pesannya.

Ivo juga menegaskan Diklat yang akan dijalani para calon paskibra ini bertujuan untuk memantapkan ketahanan fisik maupun kesiapan mental demi suksesnya pelaksanaan sebuah misi dan tugas penting. Yakni pengibaran bendera merah putih pada peringatan HUT RI.

“Jaga kepercayaan dan tanggung jawab yang cukup besar ini dengan tekad, niat, usaha dan kerja keras,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Syaiful Khair menjelaskan, 27 calon paskibra akan menjalani tahapan diklat hingga 18 Agustus mendatang. Seluruhnya diinapkan di Wisma Emaus.

“27 pelajar ini berasal dari berbagai kecamatan di Melawi. Yang tak ada hanya Sokan dan Sayan karena tak mengirimkan perwakilannya saat seleksi,” katanya.

Dalam diklat ini, terang Syaiful, para calon paskibra akan diberikan materi kepemimpinan, dinamika kelompok, wawasan kebangsaan, sejarah paskibra hingga materi bela negara. Dan tentu yang terpenting adalah pasukan baris berbaris yang dilaksanakan rutin pagi dan sore serta pembentukan formasi pengibaran.

“Pada 10 Agustus baru akan berlatih dengan pasukan gabungan TNI dan Polri. Pelatihan calon paskibra seluruh dipusatkan di Emaus dengan melibatkan panitia dari Disporapar dan PPI serta empat pelatih dari TNI dan Polres Melawi. Kita juga menyiapkan tenaga medis dari Puskesmas Nanga Pinoh,” paparnya.

Proses seleksi dan diklat paskibra oleh Disporapar tahun ini merupakan tahun kedua. Sebelumnya seleksi dan diklat paskibra dibawah Dinas Pendidikan. Syaiful meyakini pelaksanaan pengibaran bendera tahun 2019 akan berjalan sukses seperti pada tahun lalu.