DPRD : TAPD TerkesanTidak Serius Bahas Draf KUA PPAS

oleh
Rapat pembahasan KUA PPAS tidak kuorum dari TAPD, rapat pun ditunda

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Melawi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Melawi dengan agenda pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) APBD 2020 hanya berlangsung beberapa menit.

Pasalnya, rapat tidak bisa dilanjutkan, karena TAPD Pemkab Melawi tidak lengkap yang hadir, yang hanya dihadiri satu orang, yakni Kepala Bappeda Melawi.

Wakil Ketua DPRD Melawi, Iif Usfayadi, yang memimpin rapat mengatakan, sesuai jadwal Banmus DPRD Melawi yang sudah diagendakan, pembahasan draf KUA PPAS APBD Melawi 2020 digelar mulai 24-29 Juli 2019 dan pengesahan paripurna persetujuan antara eksekutif dan DPRD dilaksanakan 31 Juli 2019.

Iif mengaku kecewa tertundanya rapat pembahasan, karena TAPD terkesan tidak serius dalam pembahasan rencana struktur APBD Melawi 2020 itu.

“Jika hingga batas jadwal waktu yang diberikan selalu ditunda dan tidak dihadiri lengkap TAPD, maka pembahasan KUA-PPAS 2020 akan molor yang berdampak pada jadwal ketok Palu APBD Melawi 2020,” ujar Iif, Selasa (24/7) di aula ruang rapat DPRD Melawi.

“Kami berharap pembahasan lanjutan ini dari pihak TAPD dihadiri lengkap, karena bagaimanapun unsur pimpinan TAPD selaku pengambil keputusan. Sementara, dalam pembahasan itu Banggar DPRD selalu siap mengikuti rapat,” tuturnya.

Iif menilai, pembahasan anggaran merupakan hal yang sangat penting. Meski baru pada tahap pembahasan daraf KUA-PPAS, namun itu merupakan gambaran dari batang tubuh APBD.

“Karena, bermula dari KUA-PPAS itulah APBD terbentuk, untuk itu perlunya seluruh anggota TAPD sebagai pengambil kebijakan dan keputusan hadir dalam rapat pembahasan ini,” ungkapnya.

Iif berharap pada rapat selanjutnya, TAPD bisa hadir lengkap, sehingga bisa dilanjutkan, dan persetujuan paripurna KUA PPAS antara DPRD dan eksekutif itu bisa terselenggara tepat waktu.

Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen menambahkan, juga mengaku kecewa dengan ditundanya pembahasan KUA-PPAS tersebut. Padahal menurutnya rapat tersebut sudah dijadwalkan sebelumnya untuk dibahas hari itu juga.

“Tentu saya sangat menyayangkan yah, padahal sudah dijadwal untuk kita bahas sama-sama, apalagi dengan alasan yang tidak ada masuk ke DPRD,” ujarnya.

Dia berharap penundaan ini tidak terjadi lagi dan meminta ke TAPD untuk serius mengitu rapat pembahasan yang sudah dijadwalkan Banmus DPRD.