Agus Darius : Penyertaan Modal Dibutuhkan untuk Perluas Layanan PDAM

oleh
Ekspos kinerja PDAM Melawi bersama sejumlah jurnalis lokal Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Direktur PDAM Tirta Melawi, Agus Darius memaparkan sejumlah capaian kinerja PDAM sejak ia duduk sebagai direktur, empat tahun lalu. Ia juga menjelaskan pentingnya penyertaan modal pada PDAM oleh Pemkab Melawi.

Dalam pertemuan dengan sejumlah media di Kantor PDAM, Selasa (23/7), Agus mengungkapkan penyertaan modal yang sudah masuk pasca terbitnya Perda Nomor 4 tahun 2015 sebenarnya baru mencapai Rp8,5 miliar dari total Rp 25 miliar yang direncanakan direalisasikan Pemkab Melawi.

“Karena itu dalam usulan Raperda penyertaan modal yang baru, kita ini tak menambah dana. Hanya mengajukan kekurangan pembayaran penyertaan di tahun sebelumnya sebesar Rp 16,5 miliar,” terangnya.

Agus juga menegaskan, dana penyertaan modal tidak digunakan untuk membayar gaji karyawan PDAM. Namun, memang untuk operasional hingga pembelian bahan kimia pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) bisa menggunakan dana penyertaan modal tersebut. Raperda penyertaan modal pada PDAM saat ini masih dibahas bersama DPRD Melawi.

“Kalau nanti semua fraksi menolak (Raperda Penyertaan Modal), kami tentu tak bisa mengembangkan jaringan. Kami hanya tetap akan bertahan dengan kemampuan yang ada sekarang,”terangnya.

Agus juga menegaskan, bahwa pada APBD 2019, tidak ada dana penyertaan modal dari Pemkab Melawi. Dan tanpa penyertaan modal PDAM juga tak bisa melayani permintaan pemasangan jaringan oleh masyarakat.

“Karena investasi pemasangan jaringan ini bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Sementara biaya pasang baru hanya dikenakan sebesar Rp 1,8 juta per pelanggan,” ujarnya.

Agus Darius pun mengakui, bahwa hingga kini PDAM Melawi tak menghasilkan laba. Hal ini disebabkan salah satunya karena selisih harga jual air ke pelanggan yang jauh lebih rendah dari harga pokok air. Selain itu, cakupan pelanggan PDAM Melawi baru mencapai 25 persen saja dari total rumah tangga di Melawi.

“Total pelanggan PDAM sampai 2019 ini sebanyak 7.741 pelanggan. Hanya untuk menghasilkan laba setidaknya cakupan pelanggan ini mencapai 80 persen. Kalau kita sekarang masih 25 persen saja,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, air menjadi kebutuhan dasar manusia. Sehingga fungsi pelayanan pada masyarakat menjadi prioritas utama. Menurut Agus PDAM yang sudah besar dan menghasilkan laba juga masih tetap mendapatkan penyertaan modal dari Pemda.