Kondisi Tangga Steger Membahayakan, Warga Minta Perhatian Pemerintah

oleh
Kondisi tangga steger di Desa Kompas Raya rusak parah, butuh perhatian pemerintah

MELAWINEWS.COM, PINOH UTARA – Kondisi tangga steger penyeberangan yang terletak di bibir Sungai Pinoh kawasan Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, semakin membahayakan.

Bangunan konstruksi lantai tangga steger yang terbuat dari kayu pada aktivitas penyeberangan orang dan barang itu mulai banyak yang keropos, membuat warga yang melewati mesti ekstra hati-hati, dikhawatirkan terperosok jatuh ke sungai.

Selain itu kondisi tangga steger yang tak memiliki pegangan pada sisi kanan dan kiri serta posisi lantai kayu yang tak tersusun rapat sangat menyulitkan aktivitas warga saat memanfaatkan tangga penyeberangan itu, lagi-lagi kaki bisa terperosok saat melangkah.

Sukartaji, satu warga Desa Kompas Raya yang sehari-hari memanfaatkan steger aset Pemkab Melawi itu mengeluhkan kondisi tangga steger rusak berat yang semakin memprihatinkan dan membahayakan warga, hingga kini belum ada perhatian pemerintah.

“Tangga steger mulai keropos. Kayu penyangga banyak patah. Sering diperbaiki warga tambal sulam seadanya. Selain itu, steger terlihat tak ada perawatan dari pemerintah, walaupun kondisi tangga sudah tak layak lagi di lalui,” keluh Sukartaji, Jum’at (19/7).

Dikatakan Sukartaji, aktivitas sehari-hari warga Desa Kompas Raya dan sejumlah warga dari desa tetangga memanfaatkan steger ini cukup padat untuk menyeberang ke dan dari Kota Nanga Pinoh, termasuk menyeberangkan barang, antara lain kendaraan roda dua.

Menurut Sukartaji, kondisi tangga steger juga semakin menyulitkan warga untuk menggunakan, karena musim kemarau saat ini posisi kaki tangga menggantung, karena kaki tangga sudah patah. “Kalau air pasang masih lumayan untuk melangkah naik turun tangga. Kalau air surut seperti ini agak sulit untuk melangkah,” sebut Dia.

Ia menyampaikan tiada pilihan lain, sebelum tangga steger ini memakan korban jiwa, berharap ke Pemkab Melawi melalui Bupati Melawi dan instansi terkait serta DPRD Melawi segera mengambil tindakan solusi perbaikan.

“Tidak cukup hanya dilakukan perbaikan, namun kami berharap steger dibangun kembali dengan peningkatan perbaikan permanen terbuat dari tangga lantai cor, sehingga bisa bertahan lama,” harapnya.

Sementara itu, Camat Pinoh Utara, Yussenno, mengakui hingga kini masyarakat Desa Kompas Raya dan warga desa tetangga memang sudah mengeluhkan kondisi tangga steger milik aset Pemkab Melawi ini mengalami rusak berat dan berharap segera diperbaiki.

Yussenno menuturkan, keberadaan steger tersebut adalah satu-satunya lokasi penyeberangan pusat lalu lintas perekonomian, angkutan dan aktivitas sehari-hari lainnya tidak hanya digunakan warga Desa Kompas Raya, namun termasuk warga desa tetangga seperti warga dari Desa Sungai Raya, Desa Manding dan Desa Kayan Semapau dan desa lainya, termasuk aktivitas penyeberangan pulang pergi ke Kabupaten Sintang.

Dikatakan Yussenno, kondisi tangga steger semakin rusak diperparah kaki tangga hanyut tergerus air baru-baru ini, sehingga sangat menyulitkan warga menggunakan tangga saat naik turun, apalagi saat aktivitas bongkar muat menyeberangkan barang seperti kendaraan roda dua, terlebih air sungai surut saat ini.

Menurut Yussenno, pihaknya melalui Musrenbang Kecamatan sudah tiga tahun berturut-turut mengusulkan perbaikan, namun belum ada tanggapan dari Pemkab Melawi melalui instansi terkait.

“Warga sangat berharap ke Pemkab Melawi melalui instansi terkait untuk melakukan perbaikan. Menurut saya tangga steger ini tidak cukup hanya diperbaiki, namun dibangun permanen menggunakan material semen,” ujar Yussenno, dikonfirmasi beberapa hari yang lalu di Aula Pertemuan Desa Kompas Raya.