DPRD Galau, Gaji P3K Dibebankan ke APBD Melawi

oleh
Ilustrasi P3K

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Melawi mengkritisi Pemerintah Pusat sistem pengggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dibebankan kepada Pemerintah Daerah melalui APBD.

Atas hal itu membuat DPRD Melawi mengalami kegalauan. Anggota DPRD Melawi, H. Heri Iskandar menilai, karena perekrutan P3K merupakan program Pemerintah Pusat, seharusnya gaji 37 orang P3K yang lolos tahap pertama 2019 disamakan dengan gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang merupakan tanggungan APBN melalui dana alokasi umum (DAU) ke APBD Melawi.

“DPRD sangat menyayangkan sikap Pemerintah Pusat, sebab gaji P3K akan dibebankan ke APBD Melawi, mengingat saat ini banyak beban APBD Melawi, apalagi jika ditambah gaji P3K,” sebut Heri Iskandar, Rabu (17/7/19).

Dikatakan, tidak semua daerah memiliki kemampuan membuat pos anggaran baru untuk mengalokasikan gaji P3K ini, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi. Sebab keuangan daerah tidak memiliki ketersediaan anggaran lebih. Belum lagi nanti ditambah rencana perekrutan seleksi baru formasi P3K 2019 tahap dua dari Melawi.

“Yang membuka perekrutan dan kebijakan P3K adalah Pemerintah Pusat melalui Kemenpan RB. Jadi, gajinya juga harus ditanggung APBN. Kok daerah? Kita sangat berharap gaji P3K ini disamakan dengan PNS ditanggung APBN, sehingga tidak membebani APBD Melawi,” harap legislator PKB itu.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi, Paulus mengatakan, soal sumber penggajian P3K, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat.

Paulus memaparkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menggaji 37 orang P3K tersebut, karena masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) terbit tentang mekanisme penggajian.

Dia menjelaskan, selama ini gaji PNS yang dianggarkan di APBD bersumber dari APBN melalui DAU. “Beda dengan PNS berstatus P3K, gaji mereka yang setara dengan PNS akan dibebankan kepada Pemerintah Daerah melalui APBD,” terang Paulus.