Satpol PP Tertibkan Pedagang Di Tepi Jalan Poros

oleh
Penertiban sejumlah kios atau lapak pedagang di sepanjang jalan poros kota Nanga Pinoh oleh Satpol PP Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar jalan poros kota Nanga Pinoh menjadi sasaran penertiban Satpol PP Melawi. Hal ini dilakukan agar para pedagang tak mengganggu jalur parkir kendaraan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Kabid Pengendalian dan Pengembangan Kapasitas Personel Satpol PP, Saibun Sibarani ditemui Senin (15/7) mengungkapkan penertiban pada pedagang ini sebagai bagian dari indentifikasi pelanggaran Perda Nomor 6 tahun 2008 tentang Ketertiban Umum. Pelaksanaan penertiban sudah dimulai sejak 1 Juli lalu.

“Sasarannya para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Jadi mereka yang berjualan terlalu dekat dengan badan jalan kita minta untuk mundur tiga meter,” katanya.
Diungkapkan Saibun, ada 31 pedagang yang telah ditertibkan. Sebagian besar adalah pedagang BBM eceran. Para pedagang ini tidak disita lapak atau barang jualannya, hanya diminta untuk memundurkan lapak jualannya.

“Yang kita sita langsung hanya tiga kios. Karena pedagang tersebut ngotot tak mau memindahkan dagangannya. Selain itu, mereka mau memundurkan lapak dagangannya,” katanya.

Saibun melanjutkan, penertiban pada pedagang ini dilakukan agar pedagang tidak mengganggu kendaraan yang akan parkir atau berhenti di pinggir jalan. Selain itu, para pengendara yang ingin berbelanja atau membeli dagangan juga bisa terjaga keselamatannya karena tak parkir di badan jalan.

“Sedangkan di depan ruko memang sudah kita larang untuk berjualan, khususnya bagi pedagang BBM eceran. Alasannya karena ruko ini kan tempat aktivitas jual beli. Nanti kalau terjadi insiden atau kebakaran, siapa yang akan bertanggung jawab,” paparnya.

Penertiban inipun, lanjut Saibun sudah digelar mulai dari arah Simpang Tahlut, Nanga Pinoh, area parkir lapangan kuliner serta sepanjang jalan protokol hingga ruas jalan Sidomulyo sampai ke arah pintu gerbang Nanga Pinoh di Tanjung Tengang.

“Khusus tempat parkir di area lapangan kuliner, kita minta pedagang tak berjualan disana. Begitu juga sisi sebelum dan setelah Jembatan Sungai Pinoh kita sterilkan dari pedagang. Karena disana dilarang untuk berjualan. Kios yang ada dekat jembatan juga kita berikan peringatan untuk tak berjualan didekat jembatan. Karena kerap terjadi kecelakaan akibat keberadaaan pedagang tersebut,” ujarnya.