Panji Lantik 208 Pejabat Struktural

oleh

MELAWINEWS.COM, Melawi – Bupati Melawi, Panji akhirnya melantik pejabat struktural Pemkab Melawi, Kamis (11/7) pagi. Ada 208 pejabat yang dilantik, mulai dari tingkat eselon II atau kepala OPD hingga jabatan eselon III dan IV.

Pelantikan ini digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi. Bupati Panji melakukan pergeseran serta mutasi sejumlah pejabat. Ada juga beberapa pejabat yang tetap menempati posisi lama, namun ikut dilantik karena adanya perubahan nomenklatur atau struktur dalam instansinya.

Dari 208 pejabat yang dilantik ada sembilan pejabat setingkat eselon IIb, 23 pejabat eselon III a, 40 pejabat eselon III b , 124 eselon IVa serta 12 pejabat eselon IVb.

Untuk jabatan eselon II b atau kepala dinas, pejabat baru yang mendapat promosi jabatan kadis yakni Abang Mangkota sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Daniel sebagai Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan serta Paulus sebagai kepala Dinas Arpusda Melawi. Ketiga pejabat ini sebelumnya telah melalui tahapan lelang jabatan.

Sedangkan enam kadis lainnya masih menempati jabatan lama karena hanya dilakukan pengukuhan akibat perubahan struktur atau nomenklatur. Pejabat tersebut yakni Hinduansyah sebagai Kadis Perkim, Marniyati sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Junaidi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nahru sebagai Kepala Dinas Sosial, Margitus Bemban sebagai Kepala Bapenda serta Jaya Sutardi yang tetap menjabat kepala Bappeda.

Sementara untuk camat yang dilantik adalah Sonten sebagai camat Nanga Pinoh menggantikan Daniel serta Agus Badrun yang menjabat sebagai Camat Belimbing Hulu.

Dalam sambutannya, Bupati Melawi, Panji dalam sambutannya mengatakan selamat menjalankan amanah jabatan yang baru pada pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan fungsi struktural pada ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik serta perekat pemersatu bangsa.

“Semua ASN harus miliki integritas dalam rangka melayani masyarakat mencerdaskan masyarakat dan mengayomi masyarakat,” katanya

ASN, kata Panji dituntut cakap dalam bekerja. Memiliki komitmen terhadap mutu dan anti korupsi. Dan yang juga penting siap berdaya saing di era keterbukaan.

“Sehingga tercipta kualitas birokrasi yang prima, bukan yang lamban, tidak responsif dan tidak transparan,” ujarnya.